Jumat, 05 Februari 2010

PENGURUS IPSI MAGETAN DIKUKUHKAN

Magetan, MN
Pengurus kecamatan IPSI kabupaten Magetan dikukuhkan. Pengukuhan dilakukan oleh Bupati Magetan bertempat di GOR Ki Mageti pada malam ini (6/2).
Sekretaris IPSI Magetan Saif Muclisun mengatakan, pengukuhan ini merupakan tindak lanjut program Pengkab IPSI Magetan, khusunya dalam konsolidasi organisasi agar lebih terkoordinir dalam pelaksanaannya. Sebagai lembaga yang memayungi berbagai organisasi pencak silat, IPSI diharapkan dapat menjadi wadah pemersatu, mengingat banyaknya aliran, yang dikhawatirkan perbedaan tersebut dapat memicu konflik antar organisasi.
“Diharapkan IPSI dapat menjadi pelangi yang indah karena didalamnya terdapat berbagai warna aliran pencak silat. Dengan kebersamaan tersebut dapat menciptakan kekompakkan antar perguruan pencak silat sehingga tujuan membangun karakter bangsa dapat terwujud,” ungkap Muclisun
Diungkapkan, sekarang ini masih dijumpai konflik antar organisasi, sehingga perlu ada pendekatan khusus untuk mengantisipasinya. Peran serta IPSI sangat penting untuk mempersatukan dan membina persaudaraan dan kebersamaan serta kesetiakawanan antar organisasi dan perguruan pencak silat.
“Meski konflik masih sering terjadi, namun di magetan rekatif kecil, karena ada hal yang lebih penting yang perlu disiapkan dimasa mendatang. Pengukuhan Pengurus IPSI ini dilakukan juga untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 mendatang, terutama menyiapkan atlet putra daerah terbaik,” tandasnya. vin

POLISI REKA ULANG PENCURIAN DI PARANG

Magetan, MN
Kasus pencurian sepeda motor di kantor Unit Pelaksana tehnis Dinas pendidikan Parang kemarin (05/02) direka ulang oleh petugas dari Rerskrim Polres Magetan. Pelaku yang berjumlah lima orang kini satu menjadi tahanan Polres Magetan satu lagi menjalani hukuman di Rata PenuhLapas Madiun dan 3 orang masih buron. Dalam reka ulang kemarin hanya Anggit Hadi Pranoto(25) yang ikut sedang peran tersangka lain diganti oleh peran pengganti. Terungkap ke lima pelaku mendatangi TKP dengan mengendarai sepeda motor berboncengan. Sebagian tersangka menunggu disebelah pagar kantor UPTD dan 2 orang ekskutor memasuki halaman kantor UPTD.Dalam aksinya di kantor UPTD Parang pelaku berhasil menggasak 2 unit sepeda motor sekaligus.Saat itu situasi kantor UPTD sedang ramai karena ada rapat. Pelaku yang berjumlah lima orang mengamati dari luar.Begitu ada kesempatan Anggit Hadi Pranata dengan seorang temannya yang masih buron masuk ke halaman kantor.Tersangka Anggit sempat duduk di taman kantor sambil mencari celah. Dianggap aman kedua tersangka langsung beraksi dengan menggunakan kunci T mengambil dua sepeda motor Honda Vario dan Honda Tiger. Hasil curian langsung di bawa kabur ke arah timur menuju arah kecamatan Lembeyan.Sedangkan tiga tersangka lain mengikuti dari belakang. Hasil curian ke lima tersangka langsung dibawa lari sampai akhirnya ditangkap oleh petugas dari kepolisian resort Madiun di wilayah Saradan.
Kapolres Magetan AKBP Jacub Prajoga yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Wasno mengatakan kasus pencurian di kantor UPTD Parang terjadi setahun yang lalu tepatnya pada bulan Februari 2009 lalu. rekonstruksi dilakukan untuk meyakinkan hasil penyidikan. Yakni, dengan mengetahui motif yang mungkin tidak terungkap saat Anggit diinterogasi di Mapolres. ''Rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui modus operandi yang dilakukan tersangka,'' ungkapnya. ”Tersangka dikenai pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara
Dalam rekontruksi kemarin pelaku yang masih buron diperankan oleh petugas dari polres Magetan dan Polsek Parang. Kini petugas masih memburu ke tiga pelaku yang belum tertangkap. (Rud)

Rabu, 03 Februari 2010

SAMSAT MAGETAN OPTIMAL KAN PELAYANAN

Magetan, MN
Pentingnya meningkatkan prestasi atas pelayanan kepada masyarakat, merupakan prioritas dari jajaran kantor samsat Magetan. Hal ini disampaikan oleh Kanit Reg Ident Samsat Magetan Iptu Djoko Winarto yang baru menjabat satu Minggu lalu. “Pelayanan yang diberikan Samsat harus lebih baik. Sehingga masyarakat selaku wajib pajak lebih diuntungkan,”ujar Djoko Winarto Dijelaskan masyarakat harus terlayani dalam waktu tidak terlalu lama. Sehingga merasa senang membayar pajak. Pelayanan yang diberikan Samsat harus ditingkatkan dan semakin profesional. Jika pelayanan ini terpenuhi, maka masyarakat akan tepat waktu membayar pajak. Untuk itu, seluruh komponen Samsat agar senantiasa menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dan tidak putus.
Beberapa program dan agenda untuk memberikan pelayanan prima telah disiapkan oleh perwira pertama Polisi yang baru pindah dari Papua ini. Diantaranya akan tetap memfungsikan samsat pembantu yang berada di kecamatan Karas. ”Ke depan saya mempunyai program setiap kecamatan akan ada samsat pembantu,”ujarnya. Ini dimaksudkan agar memperlancar dan mempermudah pelayanan sehingga tidak menyita waktu lama dalam membayar pajak bermotornya.
Menurutnya dengan kesadaran masyarakat Magetan yang tinggi dalam membayar pajak menjadi kan dirinya terpacu dalam meningkatkan pelayanan. Sambil menunggu anggaran turun dari pemerintah pusat, sementara akan lebih mengoptimalkan samsat keliling. Sekarang telah dibenahi dengan memetakan tempat-tempat yang strategis tiap kecamatan guna ditempati kegiatan samsat Keliling.Jadwal rutin juga telah dibuat apalagi samsat Link telah berfungsi asal persyaratan lengkap seperti BPKB, STNK, dan KTP atas nama sendiri langsung bisa dilayani tidak lebih dari 5 menit selesai. Semua pajak kendaraan bermotor dengan plat nomor Jawa Timur bisa terlayani.
Untuk itu masyarakat dihimbau mengurus surat-surat bermotor yang belum atas namanya sendiri. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga mempermudah proses pengurusan pajak. ”Biar masyarakat punya persepsi ternyata mudah dan cepat bila membayar pajak dengan atas nama sendiri. ”ujar Djoko Winarto. (Rud)

KURSI SEKDA MAGETAN KOSONG

Magetan, MN
Sejak bulan januari 2010 kemarin kursi sekretaris daerah kabupaten Magetan mengalami kekosongan setelah pejabat yang lama Warsito purna tugas per januari 2010 kemarin. Hal tersebut mendapat perhatian anggota DPRD kabupaten Magetan.
Zainudin anggota DPRD yang juga sebagai ketua DPC partai PKB Magetan mengatakan, Siapapun nantinya yang dipilih Bupati adalah orang yang mampu membawa Magetan kedepan yang lebih baik.
“Kalau ada kader Magetan yang memenuhi persyaratan tidak perlu diambilkan dari luar Magetan tetapi, jika Magetan sudah tidak ada kader yang baik baru ambil dari luar, yang jelas Putra daerah Magetan masih banyak yang bisa dibina dan bisa berfikir jernih tentang kemajuan Magetan,” ujarnya.
Sementara itu Joko Purnomo ketua PDPM(Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah ) Magetan mengatakan, Kami lebih cenderung kalau Calon sekda Magetan nanti tetap memprioritaskan orang Magetan, karena masih banyak keder-kader putra daerah yang bisa dan mampu membawa magetan lebih baik.
“Yang jelas sepanjang terpenuhi jenjang kepangkatan dan didukung pengalaman jenjang karier kenapa harus cari orang luar Magetan. Karena Sosok sekda harus mampu menutupi kelemahan atau kekurangan Bupati,” tandas Joko.
Menurut Joko Purnomo, sekda adalah pendamping dari Bupati, jika diambilkan dari luar Magetan mereka tidak tahu karakter kelebihan atau kekurangan Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan, secara otomatis keharmonisan terjalin kurang mesra. “Hendaknya untuk sekda tetap dari orang dalam atau putra daerah, karena masih banyak yang mampu dan minimal sudah pernah bekerja sama dengan Bupati dalam menjalankan tugas selama ini,”pungkas Joko. anif

Selasa, 02 Februari 2010

MALARIA SERANG WARGA SUMBERDODOL

MAGETAN, MN
Wabah Malaria melanda Desa Sumberdodol Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan, satu bulan terakhir tercatat 12 orang terjangkit malaria dan satu orang meninggal. Korban meninggal adalah Parjono (40), karena diduga deteksi awal bukan penyakit malaria,dan pasien mengalami keterlambatan penaganan karena tidak segera melapor.hingga kondisi badnnya terus menurun dan berakhir meninggal.Jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan wabah penyakit mematikan itu akan meluas dan korban terus bertambah.
Dari Data Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan tercatat 12 warga desa menderita penyakit malaria, dan 1 pasien penyakit itu meninggal dunia. Dari 12 orang tersebut telah selesai menjalani perawatan di rumah sementara 5 orang lagi masih di Papua yang juga terjangkit Malaria.
Suparmin Kepala Desa Sumberdodol mengatakan korban meninggal dunia telah mendapatkan uang duka dari perusahaan tempatnya bekerja.
Semua penderita Malaria di desa Sumberdodol adalah mantan tenaga kerja yang baru pulang dari Papua.Penuturan salah satu penderita waktu pulang dari Papua sudah terkena penyakit malaria.Sesampainya dirumah ternyata penyakit kambuh lagi hingga di rawat di Rumah sakit pangkalan Iswahyudi Maospati.
Kepala Puskesmas Panekan Dr Sadewo Pengestu ketika dikonfirmasi mengatakan dari hasil penelitian di Desa sumberdodol belum ditemukan wabah malaria dan Nyamuk Anopheles penyebar penyakit tersebut.Diagnosa sementara semua penderita yang ada di desa adalah penyakit bawaan dari papua yang kondisi pengobatannya belum tuntas, ”Jadi ada kemungkinan kambuh lagi sesampainya di Desa, ”ujar Dr sadewo. Diharapkan bila ada warga desa yang mengalami gejala awal panas selama 5 hari, mual, badan sakit semua dan tidak nafsu makan untuk segera mendatangi Puskesmas karena itu gejala awal dari penyakit Malaria. Penyebaran penyakit malaria melalui gigitan nyanuk Anoples, ”Sementara di Desa Sumberdodol belum ditemukan adanya nyamuk tersebut,” ujar Dr Sadewo.Para warga yang ingin bekerja ke luar pulau dianjurkan untuk check up dulu ke puskesmas dan pihaknya akan memberikan bekal obat anti malaria bernama paket Pengobatan Radikal Malaria. Dengan adanya penderita Malaria di desa tersebut kini menjadi daerah rawan penyakit Malaria.(Antoc)

Senin, 01 Februari 2010

DIGUYUR HUJAN DERAS 3 RUMAH TERTIMBUN LONGSOR

Magetan, MN
Hujan deras di sertai angin yang mengguyur di Kecamatan Poncol beberapa hari terakhir menyebabkan longsor. Sukarno warga RT. 19/03 Kelurahan Alastuwo Kecamatan Poncol roboh tertimpa longsoran tanah setinggi kurang lebih 10 meter.
Kejadian berawal saat Sukarno dan seorang tetangganya sedang membersihkan reruntuhan tanah bekas longsoran, tidak di sadarinya tebing yang menjulang tinggi di samping rumahnya bergerak dan runtuh sedikit demi sedikit.
khawatir tertimpa longsoran, Sukarno berlari menyelamatkan diri. Selang beberapa saat terdengar suara gemuruh setelah dilihatnya ternyata tebing tanah setinggi 10 meter menimpa sebagian rumah, dan kandang sapi. Didalam kandang terdapat 2 ekor sapi yang ikut tertimbun tetapi berhasil diselamatkan.
Warga sekitar langsung membantu evakuasi membersihkan reruntuhan tanah yang menimpa rumah Sukarno. Menurut sukarno akibat longsor dirinya menderita kerugian. Jutaan rupiah,”persisnya berapa saya belum bias menghitung,” ujar Sukarno.
Longsornya tanah ini tidak hanya terjadi pada rumah Sukarno saja, beberapa meter dari rumah Sukarno terdapat tanah longsor yang menimpa sebagian dari rumah Sarbini dan rumah Pani.
Sampai berita ini di turunkan belum ada bantuan dari Pemerintah setempat yang di salurkan, namun pada hari kedua paska kejadian dari pihak Ketua RT setempat langsung mengerahkan semua warganya untuk membantu membersihkan reruntuhan tanah bekas longsoran.(Rud)

PAGUYUBAN BECAK BERMOTOR MAGETAN GERUDUK DEWAN

Magetan, MN
Para sopir becak bermotor yang tergabung dalam paguyuban Becak bermotor Kabupaten Magetan Senin kemarin (01/02) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan. Mereka menuntut agar izin beroperasi becak bermesin di jalanan umum diperjelas. Apalagi beberapa saat yang lalu para sopir becak ini di demo oleh para sopir angkot karena dianggap menyerobot trayek.
Koordinator aksi Matheus Sastro Miharjo mengatakan selama ini dirinya sering mendapatkan keluhan dari para sopir becak bermotor terkait tuduhan penyerobotan trayek.Seharusnya Pemkab Magetan dalam hal ini Dinas Perhubungan segera merespon dan bertindak sehingga permasalahan tidak berlarut-larut seperti ini. ”Kami ingin kejelasan status dalam bentuk Perda,” ujar Matheus.
Dijelaskan seharusnya Pemkab Magetan malu kalau sampai kami ini melakukan aksi.Rata PenuhTukang becak bermotor adalah orang-orang kecil yang penghasilannya tidak seberapa.
Menurutnya, peralihan dari becak pancal ke becak bermotor karena keadaan. geografis Kota Magetan yang jalannya naik turun menyebabkan banyaknya tukang becak yang tidak kuat mengayuh lagi. “Sebagian besar tukang becak yang beralih kebecak mesin karena tidak kuat lagi mengayuh becak biasa, sementara kebutuhan rumah tangga harus terus dipenuhi,” kata Matheus. Karena itu, pihaknya mendesak agar pemerintah bisa mengakomodir kepentingan para pemilik becak motor. Lewat wakil rakyat kami memohon segera merespon jeritan dari para abang becak bermotor.
Kemarin dalam aksinya Paguyuban Becak bermotor ke Dewan diterima oleh unsur Pimpinan Dewan dan beberapa anggota Dewan.
Menaggapi tuntutan para sopir becak bermotor Wakil Ketua DPRD Magetan Drs.Sofandi mengatakan segera akan menindaklanjuti permasalahan becak bermotor.”kami akan membuat kajian antara Ekskutif (Dinas Perhubungan),Dewan dan Paguyuban,”Ujar Sofandi.bahkan dewan mempunyai gagasan becak bermotor akan dijadikan salah satu angkutan wisata di Magetan.pernyataan Sofandi langsung di aplus oleh para sopir becak.
Nantinya para sopir becak ini bisa mengantar para turis keliling kota sambil mencari souvenir ataupun produk – produk unggulan yang ada di Magetan.
Setelah menerima penjelasan para sopir becak bermesin ini membubarkan diri dan kembali bekerja seperti biasa.(Rud)

Family & Friends of Magetan News Team