Rabu, 09 Maret 2011

REMITTEN TKI MAGETAN CAPAI 13 M

Magetan, MN
Hingga saat ini Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri masih menjadi penyumbang devisa terbanyak di wilayah Magetan. Distribusi perputaran uang masuk TKI (remitten) hingga awal tahun 2011 mencapai 13 milyar rupiah.Data tersebut diperoleh dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) setempat melalui Bank Indonesia.
Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertran Drs.Suhud,MM mengatakan terdapat peningkatan jumlah TKI yang dikirim ke luar negeri dari tahun ke tahun. Peningkatan tersebut berimbas juga pada peningkatan perputaran uang yang masuk ke Magetan.
Jumlah tenaga kerja ke luar negeri tahun 2009 lalu tercatat 446 orang dengan perincian 12 pria dan 434 wanita. Sedang awal tahun 2011 TKI asal Magetan berjumlah 902 orang. “Dengan demikian pertambahan jumlah TKI mencapai 50 % lebih atau berjumlah 456 orang pada tahun ini”, terang Suhud.
Jumlah terbesar di dominasi oleh dua kecamatan yaitu Kec.Lembeyan dan Kec.Parang. Sedangkan wilayah lain seperti Kec.Takeran, Kec.karas serta beberapa kecamatan lain hanya sebagian kecil saja.
Dengan adanya peningkatan distribusi nilai uang masuk tersebut, cukup memberi arti pada masukan devisa ke wilayah ini. “Yang berarti juga akan semakin meningkatkan taraf hidup masyarakat serta pembangunan di daerah,” ungkapnya.
Dikatakan, keputusan masyarakat untuk bekerja di luar negeri antara lain disebabkan karena kurangnya lahan pekerjaan yang ada di wilayah. Sementara ketrampilan dan kualifikasi yang dimiliki para pencari kerja juga sangat terbatas. “Sehingga mereka memutuskan bekerja di luar negeri dengan skill yang dimiliki dan perbedaan kurs mata uang yang cukup tinggi dibandingkan di Indonesia,” katanya.
Selain itu adanya harapan untuk meningkatkan kesejahteraan hingga keputusan untuk berangkat ke luar negeri ini diambil. “Pada umumnya para TKI berasal dari keluarga kurang mampu sehingga berangkat ke luar negeri adalah satu satunya pilihan yang diambil mereka.” lanjut Suhud.
Sementara itu Magetan hingga saat ini masih tergolong aman dari kasus kasus yang menimpa TKI temasuk juga kasus penganiaan maupun pelecehan seksual. “Sampai saat ini belum ada laporan kasus berat seperti pidana maupun perdata yang menimpa TKI asal Magetan,”
Meski demikian pihaknya tetap melakukan langkah-langkah pencegahan agar TKI tidak terlibat permasalahan saat berada di luar negeri. Salah satunya adalah dengan melakukan pengawasan calon TKI agar mereka yang berangkat sesuai dengan aturan yang berlaku.
Bahwa terdapat jaminan sepenuhnya oleh Undang Undang No.13/2003 bagi para TKI termasuk didalamnya mengatur pelatihan, perlindungan hukum serta pengawasan. “Diharapkan mereka yang berangkat ke luar negeri ini adalah para tenaga kerja yang legal, sehingga keamanan maupun jaminan hukumnya jelas,” tegasnya.
Kasus kematian di luar negeri berdasar data dari Disnakertran awal tahun ini tercacat tiga buah kasus. Dintaranya TKI bernama Kadir asal Desa Kuwonharjo Kec.Takeran yang meninggal akibat tertimbun tanah longsor. Sedangkan dua lagi yaitu Jumiran asal Desa Krowe dan Silam asal Desa Tunggur Kec.Lembeyan meninggal akibat sakit..Vin

Senin, 28 Februari 2011

HASIL PANEN TURUN,PETANI MENJERIT

Musim panen kali ini yang diharapkan melimpah,ternyata meleset.Para petani mengeluh karena hasil panennya menurun.Beberapa factor yang menjadi penyebabnya,diantaranya serangan hama dan penyakit.Seperti wereng coklat,penyakit potong leher dan juga hama tikus.

Harjo Gimun salah satu petani di daerah Kecamatan Nguntoronadi\ menuturkan jika hasil panen musim ini menurun hampir 30 persen.”Biasanya menghasilkan 1 ton untuk satu bidang kini Cuma dapat sekitar 7 kwintal saja,”ujar Harjo Gimun pasrah.Padahal hasil tersebut belum dipotong dengan biaya pengolahan seperti pupuk,bajak sawah dan lain-lainnya.”pulang pokok aja dah lumayan sekarang,”ujarnya lagi.

Keadaan yang sama juga dialami oleh bebrapa petani lain yang mengeluhkan merosotnya hasil panen karena factor m usim,hama dan penyakit.(rudi)

BERENCANA BOBOL SD,DIRINGKUS POLISI

Magetan,MN

Ulah yanto warga Kelurahan Alastuwo Kecamatan Poncol ini tergolong nekad.Kemarin sore (25[/02/11) sekitar pukul 15.30 kepergok sedang berusaha mencongkel kaca ruangan sekolah SDN Alastuwo I.Beruntung ulah Yanto kepergok Heri guru SDN Alastuwo I yabng kebetulan sedang lewat di depan sekolah.

Kejadian berawal ssat Heri melewati depan sekolah.dilihatnya pintu kantor terbuka,padahal pintu pagar terkunci.”saya curiga kok pintu kantor terbuka,padahal pagar depan terkunci,”ujar Heri.Selanjutnya Heri menghampiri ruangan kantor dan dilihatnya seseorang sedang mencongkel p[intu dengan obeng.

Melihat kejadian tersebut Heri langsung memanggil guru yang lain serta melaporkan pada aparat kepolisian Polsek Poncol.Menerima Lap[oran petugas langsung meluncur ke SDN Alasruwo dan langsung meringkus tersangka.

Kap[olres Magetan AKBP Awi setyono yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Poncol Aswandi membenarkan kejadian pencurian tersebut dan kini yanto sedang diperiksa.Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yanto ditahan di mapolsek Poncol.(Rudi)

Senin, 21 Februari 2011

DEWAN MAGETAN DUKUNG PEMBUBARAN ORMAS ANARKHIS

Magetan, MN

Aksi kekerasan yang berkedok agama sepekan terakhir ini membuat nilai toleransi di bumi Indonesia tercabik lagi.Banyak pihak merasa prihatin terjait kerusuhan berbau SARA yang terjadi di beberapa daerah akhir-akhir ini.Bahkan Presdiden SBY mengintruksikan pembubaran Ormas yang dinilai anarkhis.

Dewan Magetan secara tegas mendukung sepenuhnya instruksi presiden terkait pembubaran organisasi masyarakat (ormas) anarkis yang mengancam keamanan dan ketertiban umum. Hal ini bukan hanya berlaku bagi ormas yang berlatar belakang agama namun juga ormas lain agar kerusuhan tidak meluas kemana mana sehingga ada jaminan ketentraman di masyarakat.Hal ini dikatakan oleh HM Shoim Wakil ketua DPRD Magetan dari Partai Demokrat

Lebih lanjut Shoim, ST menyayangkan tindakan anarkis yang dilakukan elemen masyarakat yang berkedok agama. Aspirasi harusnya disampaikan dengan cara cara beradab bukan mengambil langkah sendiri-sendiri, pemaksaan hingga kekerasan. “Semua ada aturan hukumnya, biarlah pemerintah mengambil langkah untuk itu,” tegas Shoim ditemui MN

.Dijelaskan, tindakan anarkis akan merugikan masyarakat sendiri, bukan saja kerugian materi, fisik seperti fasilitas umum namun juga mengancam jiwa sebagai akibat yang ditimbulkan. “Seperti kita lihat banyak fasilitas umum yang dibangun untuk kepentingan masyarakat justru rusak bahkan menimbulkan korban jiwa,” tambahnya.

Dewan Magetan mendukung sepenuhnya pembubaran ormas yang mengedepankan anarkis dalam aksinya. “Bahwa dalam masyarakat kita terdapat keragaman yang harus dihormati, jika ada keragaman maupun paham yang menyimpang biarkan hukum pemerintah yang akan mengambil tindakan,” katanya.

Dewan juga berharap agar pemerintah segera melakukan tindakan konkrit dengan secepatnya mengambil tindakan agar tercipta ketentraman dan keamanan. “Harus ada ketegasan sikap, jika ada yang perlu untuk dibubarkan ya harus cepat dilakukan,” tegas Shoim.. (rudi)

Jumat, 21 Januari 2011

554.655 RASKIN MAGETAN DI DISTRIBUSIKAN

Magetan, MN

Pemkab Magetan mulai mendistribusikan beras raskin bagi warganya. Sebanyak 554.655 kg disalurkan kepada 36.977 Rumah Tangga Sasaran ( RTS ).

Kepala Bagian Perekonomian Drs.Dwi Priyanto mengatakan, distribusi raskin Pagu I bulan Januari 2011 akan dilakukan mulai tanggal 18 Januari hingga 4 Pebruari mendatang. “Dengan jatah masing masing RTS mendapat 15 kg perbulan dengan harga 1.600 per kilogram,” ungkapnya.

Penyaluran jatah raskin diberikan merata di 18 kecamatan, dimana penerima terbanyak terdapat di Kec. Panekan sebanyak 58.125 kg per bulan sesuai dengan jumlah RTS sebanyak 3.875 RTS. Berarti juga Pemkab akan mengeluarkan jatah di kecamatan ini sebanyak 697.500 kg per tahunnya.

Sedangkan penerima terendah terdapat di Kec.Nguntoronadi yang memiliki jumlah RTS sebanyak 947 RTS. Dengan jatah raskin perbulan sebanyak 14.145 kg atau 169.740 kg per tahun.

Dijelaskan, bahwa program raskin ditujukan untuk mengurangi beban rumah tangga miskin guna mencukupi kebutuhan pangan. “Diberikan melalui pemberian bantuan pemenuhan kebutuhan dasar berupa beras,” lanjut Dwi.

Disamping itu program raskin juga merupakan bagian integral perlindungan sosial warga miskin yang menjadi prioritas utama dalam pemenuhannya. “Perlindungan sosial ini meliputi perbaikan gizi, peningkatan kesehatan, peningkatan pendidikan dan peningkatan produktivitas masyarakat,” terangnya.

Pelaksanaan realisasi raskin Pagu I dikatakan Dwi sesuai dengan Surat Gubernur Jawa Timur tertanggal 27 Desember 2010 dengan nomor 518/19572/021/2010. Sedangkan pendistribusiannya dilakukan oleh Bulog Drive 13 Ponorogo langsung ke 235 desa/kelurahan se-Kabupaten Magetan.

Hingga saat ini penyaluran raskin Magetan tidak menemui kendala berarti. Pemkab selalu melakukan koordinasi dengan pihak pihak terkait sehingga distribusi jatuh pada sasaran yang tepat.

Guna memastikan, pemantauan juga dilakukan dari Bulog hingga titik titik distribusi di daerah. Bahkan dilakukan juga pengecekan raskin menyangkut kualitas, jumlah serta beratnya..Vin Kurniawan

Senin, 27 Desember 2010

KELURAHAN KEPOLOREJO GELAR KIRAB NAYOKO PROJO



Magetan,MN
Dalam rangka melestarikan budaya dan adat istiadat di kelurahan kepolrejo Kecamatan/kabupaten Magetan Minggu (26/12/2010)menggelar ritual.Acara yang dikemas dalam doa bersama dan kirab nayoko projo ini diikuti noleh segenap warga kelurahan kepolorejo.Masyarakat Desa membawa sesdaji berupa makanan dan hasil bumi lain .Sesampainya dibalai kelurahan semua makanan dikumpulkan di dalam ruangan.Mayarakat juga memmakai pakaian adat.Acara diawali dengan masuknya kepala kelurahan beserta istri dan tokoh Agama ke dalam ruangan yang disambut oleh pengarih atau penjemput tamu.Diiringi gamelan jawa menambah semarak acara ritual tahunan ini.
Setelah acara dilanjutkan kirab nayoko projo yang diarak keliling jalan sepanjang jalan kelurahan Kepolorejo.melewati makam leluhur Kepala Kelurahan Kepolorejo dan istri Kaderun nyekar di makam leluhur Kelurahan keporejo.Setelah itu kirab dilanjutkan dan berakhir dib alai kelurahan lagi.
Acara dilanjutkan dengan doa bersama dan makan makanan yang dibawa oleh penduduk.diiringi hiburan gamelan jawa.(rudi)


Kamis, 23 Desember 2010

ATRAKSI TERJUN PAYUNG SEMARAKKAN PORKAB MAGETAN



Magetan, MN
Setelah sebelumnya mereka diterbangkan dengan menggunakan pesawat Hercules, sekitar 20 penerjun Paskhas TNI AU mendarat mulus ditengah Stadion Yosonegoro. Aksi tersebut merupakan keikutsertaan TNI AU dalam memeriahkan pembukaan Porkab Magetan ke-14, Kamis (23/12). Tanpa menemui kendala para penerjun mendarat di dalam stadion. Selanjutnya mereka menyerahkan bendera Porkab kepada Bupati Magetan .Drs.H Sumantri, MM yang kemarin membuka secara langsung acara tersebut. Pekan Olah Raga Kabupaten ( Porkab ) yang bertema Mewujudkan Magetan Sebagai Kota Prestasi ini digelar selama 5 hari mulai tanggal 23 – 27 Desember. Melibatkan 1.600 atlit, berasal dari 18 kecamatan se-kabupaten Magetan. Mempertandingkan 10 cabang olah raga, diantaranya atletik, pencak silat, sepaktakraw, catur, tennis meja, bulu tangkis, renang, bola basket, boila volley dan sepak bola. Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olah Raga Drs. Siran, MM dalam sambutannya mengatakan, Porkab digelar guna menumbuhkembangkan kinerja Koni bersama pengurus kabupaten dan kecamatan yang telah terbentuk. Sehingga menciptakan sinergi yang dapat meningkatkan prestasi di bidang olah raga. Ditambahkan, Porkab juga bertujuan untuk menggelorakan semangat berolahraga masyarakat dan pembinaan olah raga berprestasi. “Disamping itu untuk mencari bibit-bibit baru daerah guna dikembangkan agar lebih berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya. Peserta yang akan bertanding tidak lebih berusia 21 tahun. Hal ini mengacu persiapan atlit atlit muda Magetan guna dipertandingkan pada PON mendatang. Namun demikian ada 3 cabang olah raga yang dipertandingkan lebih dahulu. Diantaranya bulutangkis, tennis meja dan sepak bola. Alasannya pada tanggal 24 hingga 26 Desember akan diadakan kejurnas..(Ivin Kurniawan)

Family & Friends of Magetan News Team