Jumat, 30 April 2010

UPAYA PELESTARIAN SUMBER MATA AIR

Magetan, MN
Tidak bisa di pungkiri bahwa sumber mata air yang berada di lereng Gunung Lawu makin hari makin menurun seiring setelah sering terjadinya kebakaran pada musim kemarau dan beberapa titik yang mengalami kelongsoran. Untuk mengantisipasi semakin parahnya persoalan yang muncul, bersamaan dengan peringatan hari air sedunia PDAM Magetan dalam memberikan penyaluran air bersih kepada masyarakat baru-baru ini mengadakan penghijauan di lingkungan mata air di lereng Gunung Lawu.
Menurt Sofyan, ST, MM mengatakan hutan merupakan penyangga utama air baku PDAM sehingga sangat perlu di jaga kelestarianya. “ Program kelestarian hutan di laksanakan setiap tahun, untuk tahun ini pihak PDAM bekerja sama dengan perhutani/KB KBH Lawu Selatan.” Terang Sofyan.
Di jelaskan Sofyan, Program pengijauan telah menjadi komitmen PDAM Kabupaten Magetan dalam kontribusinya untuk selalu menjaga keseimabngan alam dan kelestarian sumber mata air, dan juga untuk pemberdayaan masyarakat yang ikut serta dalam penanaman bibit pohon keras produktif, seperti Durian, Alpokat dan Petai.
Sementara untuk kegiatan penghijauan adalah jenis tanaman yang dapat menyerap air, di antaranya Kina dan Tristania.
Bupati Magetan Drs. H. Sumantri, MM saat pencanangan penghijauan mengharapkan akan menumbuhkan sikap dari masyarakat dalam menjaga kelestarian air dan lingkungan, karena kelestarian lingkungan sumber air sangat menetukan
kelangsungan kualitas, kuantitas dan kontinyuitas pelayanan PDAM kepada masyarakat. “ Kepada masyarakat sekitar sumber utama lingkungan Gondangan Gede agar membantu pengamanan, pelestarian dan ikut mejaga lingkungan sumber agar lestari dan bermanfaat bagi anak cucu.” Harap Sumantri. (tok)

HASIL UAN DI UMUMKAN, 274 SISWA SMA-SMK HARUS MENGULANG

Magetan, MN
Paska pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) merupakan waktu yang penuh pertanyaan di antara lulus dan tidak bagi peserta didik yang mengikutinya.Dari bebarapa pertanyaan yang muncul terjawab sudah setelah Kementerian Pendidikan Nasional Kabupaten Magetan mengumumkan hasil UAN yang di laksanakan pada tanggal 22 hingga 25 Maret 2010 lalu.
Menurut Kepala Kementerian Pendidikan Nasional Kabupaten Magetan melalui hasil release Kabag Humas dan Protokoler Kabupaten Magetan Saif Muclisun, S.Sos, MM mengatakan pengumuman UAN tingkat SLTA di Magetan di laksanakan pada hari Senin 26 April 2010, jumlah peserta UAN dari siswa SMA sebanyak 2872 siswa, dengan angka kelulusan sebesar 96,87% atau 2.781 siswa, adapun dari 91 siswa lainya mengulang.
Dari 2.968 siswa SMK dengan angka kelulusan sebesar 93,83% atau 2.785 siswa, dan 183 siswa lainya harus mangulang.
Menurut Muclisun mekanisme pelaksanaan pengumuman akan di laksanakan melalui pemberitahuan dengan mendatangi rumah masing-masing siswa dan melalui pengumuman lewat radio-radio dan website.
Dari 274 siswa tersebar ke seluruh SMA dan SMK di Kabupaten Magetan di ataranya adalah SMAN I Parang, SMAN I Sukomoro, SMAN I Karas, SMAN Barat, SMA PGRI Maospati, SMAN I Plaosan, SMA Darul Ulum Poncol, SMK Muhammadiyah Panekan, SMK Bonaventura, SMK Panca Bhakti V Parang, SMK Maospati, SMK YKP Magetan, SMK Yosonegoro Magetan, SMK Penerbangan Maospati, SMKN Bendo, SMKN Kartoharjo, SMKN Takeran, SMK PSM II Takeran, SMK II Pancasila, SMK PSM 1 Kawedanan, SMK PSM II Kawedanan, SMK PSM I Takeran, SMK PGRI Kawedanan, SMKN I Magetan, SMK Panca Bhakti Magetan, SMK BPN II Magetan, SMK PGRI I Magetan dan SMK PGRI Maospati.
Dari semua siswa yang mengikuti UAN susulan sesuai rencana akan di laksanakan pada tanggal 10 hingga tanggal 14 Mei 2010. (tok)

Minggu, 25 April 2010

MAYAT DITEMUKAN DI DESA SEMEN

Magetan, MN
Mayat tanpa identitas ditemukan warga nyangkut diatas sampah di pinggir jembatan Jati Ds.Semen kecamatan Nguntortonadi Magetan, hingga menggegerkan warga di sekitarnya.
Penemuan mayat tanpa identitas, Minggu (25/10) ditemukan pertama kali oleh Masaid (48) warga desa Gorang Gareng taji yang sedang mencari kayu bakar dipingir kali. “Saya mau ambil kayu ditumpukan sampah, belum sempat dapat kayu melihat ada mayat, saya langsung lari lapor kepala desa,” ujar Masaid sambil menunjukkan korban yang masih tengkurap di tumpukan sampah.
Polisi yang mendapatkan laporan penemuan mayat tersebut langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah lokasi peristiwa, namun identitas mayat belum diketahui.
Kapolres Magetan AKBP Jakub Prayoga saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Nguntoronadi AKP Kamto mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban dan sampai hari ini juga tidak ada laporan dari warga yang hilang kehilangan anggota keluarganya.
"Tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan dan mayat ditemukan dalam posisi telungkup kesimpulan sementara adalah orang gila itu dilihat daricici korban dengan rambut gimbal dan terdapat rantai namun untuk lebih jelasnya menunggu hasil dari identifikasi," ungkap Kapolsek Nguntoronadi, AKP Kamto.
Mayat yang belum diketahui asalnya tersebut selanjutnya di evakuasi dan dibawa ke RSUD dr.Sayyidiman Magetan untuk mendapatkan visum dan penyelidikan lebih lanjut. rudi

Jumat, 23 April 2010

BUPATI LANTIK SEKDAKAB BESERTA PEJABAT STRUKTURAL LINGKUB PEMKAB MAGETAN

Magetan, MN
Terjawab sudah penantian di masyarakat terkait siapa yang akan mengisi kekosongan kursi jabatan Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan . Kemarin Kamis (22 /04) Bupati Magetan melantik Drs. Abdul Azis, MM sebagai Sekda Baru menggantikan drs .Warsito MM yang telah memasuki masa pensiun. Selain pelantikan Sekda, Bupati juga melantik beberapa pejabat struktural Pemkab Magetan yang mengalami kekosongan.
Abdul Aziz yang sebelumnya menjabat sebagai kepala BKD Pemkab Magetan sekarang dilantik sebagai Sekdakab Magetan. Pada hal rumor sebelumnya jabatan Sekda Magetan akan diisi dari luar Magetan. Tapi rumor tersebut sudah terjawab pada hari ini.

Bupati Magetan dalam Sambutannya mengatakan, ”Pelantikan tersebut sudah dipertimbangkan dan tidak ada rekayasa. Kekosongan beberapa jabatan tersebut memang harus segera diisi agar roda pemerintahan dengan baik".
Usai pelantikan Abdul Aziz mengatakan kalau jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan. Jabatan tidak bisa dipaksakan kalau memang sudah jatahnya pasti akan sampai kepada siapa yang berhak menyandang gelar atau menempati jabatan tersebut. "Kita tidak bisa memilih bapak kita atau kita memilih siapa ibu kita tapi yang namanya jodoh atau partner kita wajib memilih" , ungkapnya serius. Abdul Azis menambahkan , “ Setelah kami menempati kursi jabatan ini kami mengajak seluruh rekan kerja kami dijajaran Pemkab Magetan mari kita satukan visi dan misi kita untuk kemakmuran Magetan. Sehingga dengan adanya kebersamaan dan kekompakan kita didalam kerja bisa enak saling asah asih dan asuh.
Selain pengisian kursi kosong juga ada promosi jabatan salah satu diantaranya Saif Muchlisun S.Sos, MM yang semula menjabat sebagai Kasi di Humas Pemkab Magetan sekarang dipromosikan menjabat Kabag Humas Pemkab Magetan. Saif Muchlisun salah satu kader muda yang dekat dengan rekan wartawan sangat cocok untuk menempati jabatan tersebut . Karena jabatan dikursi tersebut harus fleksible dengan masyarakat dan berbagai pihak. Hal ini disampaikan Drs. Paryono, MM Kadin Bapermas Magetan. (KS)

Rabu, 21 April 2010

KULI KASAR WANITA WARNAI PERINGATAN HARI KARTINI 2010

Magetan, MN
Emansipasi wanita yang sudah di perjuangkan Pahlawan Bangsa Kartini tahun silam mendorong kaum wanita peroleh kedudukan setara kaum laki-laki, seperti upaya peroleh kursi kepresidenan, gubernur, sampai pada anggota legislatif bahkan sampai kuli pangkulpun banyak di lakukan para ibu-ibu.Perjuangan pahlawan wanita saat itu sangatlah berarti khususnya bagi Rata Penuhperempuan, namun sangat di sayangkan peringatan hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April minggu ini kurang mendapat respon sama sekali dari berbagai pihak, baik lingkungan pemerintahan maupun lingkungan kemasyarakatan. Demi peroleh penghasilan bagi keluarga, ibu-ibu yang seharusnya sudah besuka ria dengan buah hati belahan jantung, harus berpeluh-peluh dengan memanggul karung sayur seberat 40 hingga 60 kg tiap hari, dan ini sering di jumpai saat kita datang ke Pasar Sayur Magetan. Tidak kalah dengan kaum Adam, kaum Hawapun rela bekerja jadi buruh kasar demi keluarga, apakah ini merupakan kesamaan Gender ataukah memang sulitnya masyarakat mencari pekerjaan?
Hanya mereka yang mampu menjawab pertanyaan ini.
Para ibu-ibu yang bekerja kasar demi menghidupi keluarga rela sekali gendong seberat 50 an kg hanya di kasih upah 1000 hinggga 1500 rupiah, dan ini ia lakukan seharian penuh, sejak pagi hingga sore dengan penghasilan yang sangat minim, di antara 10 hingga 25 ribu rupiah per hari. Seperti di katakan salah satu anggota kuli gendong Pasar Sayur Magetan Poni, ini merupkan pekerjaan rutin tiap hari, “yang penting ada penghasilan walaupun mepet dari pada nggak ada sama sekali” keluh Poni. Selain untuk keluarga, setiap bulanya para kuli gendong juga harus membayar iuran wajib keanggotaan kuli pasar sayur sebesar 5000 Rupiah.( tok )

BPK TEMUKAN ANGGARAN TIDAK WAJAR

Magetan, MN
Ada yang membuat gundah Bupati Sumantri minggu ini. Yakni adanya temuan anggaran yang dinilai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), “tidak wajar”. Pernyataan Sumantri ini disampaikan saat membuka acara Sambang Desa di desa Kentangan. Untuk ini, dirinya meminta satker yang berkaitan agar segera mengkonsultasikan dengan pihak BPK di Surabaya. “ Ada temuan tidak wajar oleh BPK. Agar tidak ramai diluar, saya minta agar segera dikonsultasikan dengan BPK”, tegas Sumantri. Sebab menurut Sumantri, apa yang diberikan BPK tidaklah seperti kenyataan sebenarnya. Dikonfirmasi usai acara, Sumantri melimpahkan ke Kepala Dinas PU dan kepala Dinas Pendapatan. Diungkapkan Samuri, Kadin PU, ada kontrak kerja yang tidak bisa diselesaikan oleh kontraktor sesuai akhir anggaran. Soal anggarannya sendiri, sudah dihitung dan cukup untuk menyelesaikan proyek tersebut. Namun karena tidak selesai sesuai jadwalnya, maka pemkab menganggarkan kembali ditahun anggaran berikutnya. Untuk menutup volume pekerjaan yang tak terselesaikan sebelumnya.“ Karena tidak selesai sesuai tahun anggaran , maka kita menyesuaikan anggaran lagi untuk menutup volume yang belum terselesaikan”, terang Samuri. Pihak kontraktor sendiri, juga telah dikenakan denda sesuai aturan yang ada. Serta jaminan pelaksanaan juga telah ditarik dan disetorkan ke kas daerah. Soal penilaian “tidak wajar” ini kata Samuri sebenarnya telah diterangkan oleh pemkab secara tertulis. Namun akan kembali diterangkan secara langsung pada minggu ini. Dengan mendatangi BPK di Surabaya. “ Itu belum kesimpulan akhir . Makanya akan kita sampaikan penjelasannya secara langsung dengan BPK”, jelas Samuri. Dengan penjelasan langsung dan detail,diharapkan bisa menghapus penilaian tersebut. Karena masih ada waktu satu bulan untuk memperbaiki. Arifin Kurniawan.

Keterangan Foto :

FOTO : SENDIRIAN. Pemasangan Simbol Negara Umumnya Terdiri dari Burung Garuda, Presiden dan Wakil Presiden. Namun Yang Terpasang Di Ruang Badan Musyawarah DPRD Magetan Hanya Burung Garuda dan Presiden SBY. Lalu Kemana Wapres Boediono ?


SAMBANG DESA PERLU PENINGKATAN

Magetan, MN
Untuk ketiga kalinya Pemkab Magetan melaksanakan acara Sambang Desa. Acara yang ketiga ini dilaksanakan di desa Kentangan, Kec. Sukomoro, Jumat 16/4 minggu lalu. Dalam kesempatan ini digunakan Bupati Sumantri untuk mengevaluasi pelaksanaan acara yang dilaksanakan setiap bulannya ini. Menurut Sumantri masih ada kekurangan dalam pelaksanaan Sambang Desa yang telah ketiga kalinya dilakukan ini. Antara lain, masih adanya antrian warga yang ingin mendapatkan pelayanan. Untuk ini Sumantri tidak ingin adanya penilaian dari masyarakat, pelayanan yang diberikan lambat dan kurang memuaskan. Untuk ini satker yang berkaitan diminta untuk meningkatkan SDM dan jumlah petugas yang melayani. Selain itu, juga sarana dan prasarana pendukung pelayanan agar lebih dioptimalkan. “ Untuk pelayanan masih terlihat adanya antrian. Ini agar diperhatikan, kedepan agar tidak terjadi antrian, Sehingga warga bisa mendapatkan pelayanan yang cepat, murah, dan mudah”, tandas Sumantri. Sedangkan untuk tingkat keterlibatan pejabat dalam kerja bakti, Sumantri menilai masih kurang. Maka semua pejabat diingatkan untuk lebih aktif dalam mengikuti semua kegiatan. Tidak lupa juga harus membawa alat kerja bakti yang diperlukan. Sementara untuk acara olahraga, pejabat diingatkan lagi agar tidak sekedar ikut ikutan saja. Tetapi harus benar-benar mengikuti olah raga. Sebagai sarana penyegaran tubuh disela sela rutinitas kerja. Disisi lain, untuk urusan internal pelaksanaan program kerja pemkab, Sumantri menegaskan agar satker segera merealisasikan anggaran yang telah diprogramkan. Satker segera cepat bergerak, jangan sampai menunggu satker lain. “ Masing-masing satker saya minta untuk segera merealisasikan anggaran yang diprogramkan. Antar satker jangan saling menunggu”, pinta Sumantri. Kedepan para pimpinan satker diminta untuk tidak hanya menjalankan program rutinitas saja. Tetapi juga harus mampu menciptakan program prioritas demi kemajuan Magetan. Saat ini masih sering terdengar keluhan masyarakat atas pelayanan yang diberikan pemerintah. Maka setiap satker beserta jajarannya diminta meningkatkan etos kerja. Serta memberikan pelayanan prima. Arifin Kurniawan

Family & Friends of Magetan News Team