Jumat, 12 November 2010

DIWASPADAI PUNGUTAN BANTUAN ALAT PERTANIAN

Magetan MN
Segala jenis program bantuan bagi petani dapat dipastikan ada pungutannya, baik pupuk maupun alat pertanian. Bantuan pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk kesejahteraan petani nampaknya terkadang tidak bisa dinikmati petani.
Sehingga setiap ada program, petani penerima bantuan harus merogoh kocek yang diduga sampai jutaan rupiah. Ironisnya, pungutan yang diambil dari petani tersebut sebagian besar dikelola dan dinikmati oleh oknum tertentu.
Di Kabupaten Magetan Sebanyak 20 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) menerima bantuan alat pertanian berupa traktor dan pompa air. Penyerahan bantuan itu dilaksanakan di kantor Dinas pertanian Magetan
Penyerahan bantuan kepada gapoktan sebelumnya telah diwarnai aroma tidak sedap dengan adanya pungutan yang berdalih untuk biaya adminstrasi yang besarnya antara 1 – 2 juta rupiah per Gapoktan.
Kepala Dinas pertanian Kabupaten Magetan Ir. Edi Suseno ketika dikonfirmasi terkait besarnya bantuan tersebut mengaku terkejut dan diluar sepengetahuannya, apalagi besarnya sampai jutaan rupiah. ”Sebenarnya memang ada iuran tetapi tidak sebesar itu, paling seklitar 150-250 ribu saja,” ujar Edi Suseno. Rencananya dana sebesar itu untuk mengganti biaya pembuatan proposal dan pembelian materai. Kalau sampai sebesar itu maka akan kita klarifikasi dulu mungkin ada oknum yang titip sambil memanfaatkan kesempatan. Apalagi ini bantuan dari pusat melalui jalur partai jadi Dinas pertanian hanya memfasilitasi saja. Ada 2 instansi yang berdiri dalam bantuan ini dan yang pasti menjadi sorotan adalah Dinas pertanian,” kata Edi Suseno yang tidak mau menyebutkan pihak yang satu lagi. Untuk meredam isu dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka untuk iuran yang rencananya dipungut per Gapoktan sekitar 250 ribu oleh dinas pertanian dibatalkan.
Pemberian bantuan, bukan diperuntukkan bagi ketua maupun anggota Gapoktan saja tetapi diharapkan bisa dimanfaatkan pula oleh para petani yang memiliki sawah di lingkungan Gapoktan di wilayah masing masing. Nantinya, bisa oleh Gapoktan dan diawasi cabang dinas/PPL pertanian di masing-masing wilayah. "Dengan menggunakan alat pertanian ini, diharapkan kerja petani bisa menjadi lebih singkat," ujar Edi Suseno(rudi)

Selasa, 21 September 2010

DINAS PARIWISATA TARGET PAD 1,7 M

Magetan, MN

Magetan merupakan dikenal sebagai kota wisata yang di propinsi Jawa Timur. Magetan dikenal sebagai kota wisata karena memiliki obyek wisata “Telaga Sarangan” yang sudah dikenal berbagai penjuru baik dari manca maupun domistik. Hal ini bisa dilihat karena pengunjung kawasan Telaga Sarangan adalah banyak tourist manca dari berbagai Negara ingin menikmati keindahan Telaga Sarangan yang bertempat dilereng gunung Lawu sebelah Timur. Ditelaga sarangan bisa menikmati keindahan suasana diobyek wisata bisa menggunakan fasilitas prahu bout, bebek air , naik kuda dan kalau ingin lebih santai bisa duduk dibawah pohon sambil menikmati sate kelinci atau sate ayam khas obyek wisata sarangan.,

Magetan sudah tercatat di kantor Pariwisata Jawa Timur dengan memiliki agenda Wisata tahunan di telaga Sarangan yang dikenal dengan acara “Labuh sesaji” . Acara Labuh sesaji ini dengan melarung Tumpeng Raksasa di tengah – tengah telaga sarangan. Dengan agenda tahunan ini bisa mendulang income PAD Kabupaten Magetan. Karena salah satu andalan Magetan yang bisa mendongkrak PAD adalah dari pariwisata yakni dari obyek wisata telaga Sarangan.Drs Siran MM, Kepala dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olah raga mengatakan,” Tantangan berat yang harus di laksanakan adalah target untuk setoran selama satu tahun naik 2% tahun kemarin setoran tiap tahunnya 1,4 M. sedangkan untuk tahun ini naik menjadi 1,7 M. Kenaikan ini diakibatkan dari terbukanya jalan tembus sarangan Tawang Mangu.Meskipun beban berat kami tetap optimis bisa terkafer. Apalagi kalau bunyi Perdanya nanti dirubah menjadi masuk kawasan obyek wisata Telaga Sarangan. Sehingga kalau bisa dirubah tarjet 2 M yakin bisa terkafer”, ujarnya serius. Masih menurut Siran,” Untuk liburan Hari raya ini semula ditarjetkan pengunjung yang masuk lokasi obyek wisata Telaga sarangan kurang lebih 50.000 pengunjung tapi sampai hari kelima ini baru 45000 pengunjung dan di sampai puncaknya hari Minggu tarjet tersebut yakin bisa tercover. Siran berharap kedepan ada para investor datang ke Magetan mau bekerja sama guna pengembangan obyek wisata telaga sarangan”. (KS)

Kamis, 02 September 2010

KEJUARAAN PENCAK SILAT TAHUN 2010 MAGETAN DIPERCAYA JADI TUAN RUMAH

Magetan , MN
IPSI kabupaten Magetan mempunyai segudang atlit yang sudah di godok dikawah candra dimuka dengan membawa nama harum nama daerah Kabupaten Magetan dengan meraih beberapa mendali dalam mengikuti beberapa kejuaraan di Jawa Timur dan juga kejuaraan Nasional.
Menurut Sekretaris IPSI Kabupaten Magetan Saif MUhlisun dalam kejurda Pencak silat Jawa timur tanggal 7–11 Nopember 2010 nanti Magetan dipercaya IPSI ( Ikatan Pencak Silat Indonesia ) Jatim untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Daerah Pencak Silat Jatim tahun 2010. Kejuaraan bergengsi di tataran regional Jatim ini guna menjaring atlet silat Jatim yang akan diterjunkan dalam Pra PON XVIII 2012 menuju PON XVIII 2012 di Riau nanti. Juara 1 dalam kejurda di GOR Ki Mageti Magetan secara otomatis akan dijaring guna diikutkan dalam puslatda Jatim dan diterjunkan dalam Pra PON XVIII 2010.

Event pencak silat bergengsi diselenggarakan di kabupaten Magetan ini akan mempertandingkan semua kelas / kategori pertandingan dalam PON XVIII 2010 di Riau. Kategori tanding putra kelas A s/d I, putri kelas A s/d E serta kategori tunggal, ganda dan regu baik putra maupun putri. Kejurda ini akan diikuti oleh seluruh kabupaten/ kota se–Jatim sebanyak 38 kab / ko, tandas Muchlis yang juga Kabag Humas dan Protokol Pemkab Magetan.

Para pesilat terbaik di masing – masing kab / ko se Jatim akan unjuk kebolehan. Selain dalam rangka memperebutkan tiket menuju Pra PON juga guna meraih piagam dan hadiah uang pembinaan serta piala tetap bila mampu menjadi juara umum. Atlet silatnyapun dibatasi usia 17–35 th per Juli 2012. Memang tidak mudah untuk bisa masuk Puslatda Jatim. Sampai saat ini Magetan hanya satu pesilat yaitu Joko Edy Pasetyo yang mampu masuk Puslatda Jatim. Diharapkan kedepan akan muncul joko – joko yang lain.Mereka harus bersaing dengan seniornya di Puslatda agar dapat menjadi atlet PON Jatim. (KS)

Rabu, 01 September 2010

DUA KADES DI MAGETAN KESANDUNG MASALAH

Magetan, MN
Akibat bekerja yang tidak semestinya dan melanggar aturan dua Kepala Desa di Magetan mendapatkan sanksi.Mereka di duga tersandung masalah dugaan korupsi alokasi dana desa (ADD) yang pencairannya melalui APBD.
Kedua Kades yang diberikan saksi adalah Kepala desa Terung Kecamatan Panekan dan kepala desa Jonggrang Kecamatan Barat. Sanksi yang diberikan tidak sama sesuai kadar kesalahan yang telah dilakukan.
Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa (BAPD), Eko Muryanto ketika dikonfirmasi mengatakan kades Terung, dijatuhi sanksi dengan keputusan pemberhentian sementara. Sedangkan kades Jonggrang mendapat sanksi teguran.”yang jelas keduanya telah melakukan kesalahan,” ujar Eko Muryanto
Selain kepada Kepala Desa yang bermasalah pemkab Magetan juga memberikan sanksi kepada beberapa perangkat desa yang diduga bermasalah Ada sekitar empat perangkat desa yang telah dikenai sanksi.Tiga orang perangkat desa mendapatkan saksi teguran dan seorang lagi mendapatkan pengurangan tanah bengkoknya.
Dijelaskan Eko sanksi diberikan jika para perangkat Desa dan Kepala Desa telah terbukti melakukan kesalahan .Mulai dari dugaan korupsi ADD, masalah criminal seperti perjudian, dan tindakan asusila. ”.
Di Magetan kasus yang melibatkan kades dan perangkat desa dinilai cukup banyak. Tetapi yang terbanyak terjerat masalah dugaan korupsi. ”Padahal sudah sering kali diberi pengarahan dan peringatan untuk selalu berjoordinasi dengan pihak Kecamatan.
Pembekalan dan pembinaan pengelolaan keuangan dan juga pemerintahan Desa juga sering diberikan kepada kades dan perangkat desa. Sehingga diharapkan mereka dapat memahami dan mengerti aturan yang seharusnya dijalankan dalam memimpin desanya.
Selain mendapatkan sanksi dari Pemakab Magetan ada beberapa Kepala Desa yang diperiksa pihak kepolisian dan kejaksaan Negeri Magetan. Diduga, jual beli tanah Bengkok ini terjadi pada masa Atok Ristiyo yang saat itu menjabat sebagai Kades Purwosari. Informasi dari Polres Magetan, Atok saat ini ditahan di Mapolres Magetan karena menjadi tersangka penggelapan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 25 juta. Sampai saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan. (Rud)

Kamis, 26 Agustus 2010

TERBENTUK PERSATUAN WARTAWAN MAGETAN


Telah terbentuk wadah baru bagi wartawan di magetan.Tanggal 20 Agustus 2010 kemarin telah di deklarasikan.beranggotakan beberapa rekan wartawan baik harian maupun mingguan. Wadah yang diberi nama Persatuan Wartawan Magetan ini mengemban misi sebagai kontrol sosial kemasyarakat baik ekskutif,legislatif dan yudikatif serta unsur unsur lain di masyarakat.berbekal ini lah semoga kehadiran lembaga varu ini dapat mewarnai dan memberikan kontribusi terhadap masyarakat dalam membantu penyampaian informasi secara faktual dan berimbang.

Rabu, 25 Agustus 2010

RUTAN MAGETAN OVER KAPASITAS

Magetan, MN
Kondisi Rumah Tahanan Magetan benar-benar sangat memprihatinkan. Ketidak layakkan ini terjadi karena antara ruang tahanan dengan jumlah penghuninya tidak seimbang. Saat ini lembaga yang dipimpinnya menampung sekitar 161 tahanan. Sedangkan idealnya, dari ruangan yang ada harusnya diisi sekitar 90 orang saja. Hal ini dikemukakan Kepala Rutan Magetan, Dedy Turyadi. “ Sesuai ketentuan sekarang, hanya menampung sembilan puluhan orang. Saat ini kapasitas penghuni melebihi kapasitas yang ada.bukan hanya terjadi di Magetan saja tetapi jampir menyeluruh di rutan-rutan di wilayah Indonesia Dan memang dimana mana juga terjadi overload”, ungkap Dedy Turyadi.
Ketentuan Depkum Ham sekarang ini memang mengacu pada aturan standart internasional. Seperti ketentuan tinggi badan para narapidananya. Soal rencana penambahan ruangan, kata Dedy sebnarnya hal itu pun juga sudah dipikirkan. Namun karena statusnya lembaga vertikal, dimana atasannya adalah Depkum Ham, maka pihaknya tidak bisa serta merta melakukan penambahan bangunan. Karena anggarannya masuk dalam APBN. “ Hal ini sudah kita pikirkan. Tapi karena anggarannya masuk APBN jadi tidak mudah. Prosesnya kan panjang itu”, katanya. Dari segi pengamanan terkait jumlah tahanan yang melebihi kapasitas ruangan, Kalapas mengatakanakan melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada para napi. “ Jadi kita memang tidak bisa pegang fisiknya, maka kita pegang hatinya”, ujar Dedy. Bajkan bila rutan misal diisi sesuai kapasitas pun petugas pun masih kesulitan untuk melakukan pengawasan dan pengamanan secara maksimal. Hal inb i diakibatkan kurangnya tenaga pengaman di lapas.Apalagi jumlahnya sudah overload. Kalau sudah terbentur masalah itu, solusinya ya kita pendekatan dari hati ke hati. Modal kita ya hanya itu, untuk pengamanan rutan, ya pendekatan dari hati ke hati, jelasnya. Soal kemananannya sampai saat ini, kata Dedy cukup kondusif. Hal ini karena hampir semua penghuninya adalah warga lokal Magetan sendiri. Selain itu, mereka yang ditahan ini kebanyakan karena masalah masalah penyakit masyarakat. Seperti pelaku perjudian atau togel saja.” Jadi relatif kondusiflah kondisinya”, terangnya. Disisi lain, pihaknya juga aktif melakukan pembinaan moral. Bekerjasama dengan elemen lain, seperti dari pondok pesantren, Kementrian Agama dan pemuka pemuka agama lainnya (rudi)

KORBAN PERCALOAN CPNS MULAI BERJATUHAN

Magetan,MN
Keinginan menpunyai status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sebagian masyarakat masih sangat besar.Mereka merasa bangga dengan status yang melekat sebagai pegawai pemerintah.ada rasa kebanggan dalam diri sebagian masyarakat.
Berbagai upaya dan jalan ditembus untuk menggapai cita-cita tersebut.Tak jarang menggunakan cara yang tidak elegan dengan menyuap ataupun memakai pelicin yang jumlahnya bisa mencapai ratusan juta rupiah demi mendapatkan satu SK PNS.
Kejadian seperti ini seperti sudah lazim dan menjadi rahasia umum di masyarakat.Hal ini akan nampak terutama menjelang pendaftaran CPNS. Kasak kusuk mulai dilakukan dengan meloby sana-sini untuk mencari jalan dengan menyiapkan dana tentunya
Keadaan ini dimanfaat kan para calo,dan tidak jarang dengan menjanjikan cara pintas melalui jalur tanpa tes dengan janji langsung lewat orang pusat.Demikian katanya. Ini terbukti beberapa saat lalu di beberapa daerah di Kabupaten Magetan banyak calo yang bergerilya mencari mangsa dengan modus seperti itu. Untuk meyakinkan calon korbannya, mereka diajak pertemuan.B ertempat di hotel-hotel mewah serkitar kota Magetan dan Madiun para calon korban dipertemukan.Para calo membujuk korbannya dengan mengatakan bahwa yang duhadapi sekarang pada pewrtemuan tersebut adalah orang dari Jakarta yang akan mengurus SK pengakatan sebagai CPNS. Ini bertujuan untuk meyakinkan para calon korbannya, tetapi kenyataannya sampai sekarang belum juga menampakkan hasil yang digarap dari para korban tersebut.
Salah seorang yang tidak mau disebutkan namanya mengaku memakai jalam pintas tersebut. Dan sampai sekarang orang tersebut masih mengakui jika anaknya akan dapat terima SK. Dari penuturan tetangganya kini anak orang tersebut berangkat ke Jakarta untuk mengambil SK dan langsung ditempatkan di salah satu Rumah sakit di Magetan, sampai sekarang belum pulang dari Jakarta untuk mengambil SK nya.
Kini Publik Magetan dikejutkan lagi dengan adanya beberapa orang yang tidak dikenal yang berpakaian seragam pemda lengkap mendatangi beberapa Dinas sambil membawa SK.Dua Dinas yang didatangi beberapa orang yang diduga pembawa SK palsu tersebut adalah Dinas sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dan Dinas Peridustrian dan perdagangan Kabupaten Magetan.
Kepala dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan TransmigrasiMagetan Drs.Parni Hadi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya beberapa orang yang mendatangi Kantornya sambil membawa SK. ”Kami tidak mengenal ke empat orang yang membawa SK,” ujar Parni Hadi. Lebih lanjut Parni jadi mengaku terkejut karena ke empat orang tersebut mengatakan ditempatkan di kantornya sambil menyodorkan SK.
Untuk menjaga segala kemungkinan terkait keberadaan ke empat orang tersebut. Parni Jadi langsung menghubungi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta Bupati Magetan, dari informasi ke duanya dinyatakan jika SK keempat orang tersebut adalah palsu.”Karena membawa SK Palsu keempat orang tersebut akhirnya ditolak dan pergi entah kemana(Rudi)

Family & Friends of Magetan News Team