Sabtu, 04 Juni 2011

HAMA WERENG COKLAT SERANG TANAMAN PADI DI NGARIBOYO

Magetan,MN
Setelah beberapa saat lalu hama tikus menyerang puluhan jhektar tanbaman padi di 15 Desa di Plaosan,kini ratausan petani di Kecamtan Ngariboyo juga resah dan terancam gagal panen.Penyebabnya tanaman padi mereka diserang hama wereng coklat. Dari data Dinas Pertanian di Kecamatan Ngariboyo terdapat beberapa desa yang terserang hama dengan luas lahan bervariasi.Antara laiun Desa Bangsri 46 hektar,desa Selopanggung 38 hektar dan desa sumberdukun 15 hektar
Kepala Pengamat Hama dan Penyakit Dinas Pertanian Magetan Maryadi ketika dikonfirmasi mengatakan tingkat populasi hama wereng coklsat sudah berada diatas batas normal. “Ambang batas hama wereng di tiap rumpun padi seharusnya tidak lebih dari 40 ekor. Namun yang terjadi sekarang , wereng coklat telah mencapai 50 ekor per rumpun,” katanya saat ditemui, Selasa (31/05).Berdasarkan hasil pengamatan di beberapa desa pada tanaman padi milik petani.
Tingginya populasi hama ini diketahui dua minggu setelah dilakukan pengamatan di lapangan. “Akibat terhambatnya pertumbuhan tanaman maka padi akan layu, menguning kemudian mati.Apalagi bila tidak segera ditangani maka akan lebih berkembang dan populasinya semakin meluas.Untuk itu petani diharap segera mengambil tindakan sehingga tingkat kerusakan tidak semakin parah.
Lebih lanjut Maryadi menjelaskan usia padi rentan terserang hama wereng coklat pada umur 0 -30 hari setelah masa tanam.”Usia 1 bulan tanaman padi adalah masa paling rawan terserang wereng coklat,”ujar Maryadi.
Mengantisipasi meluasnya hama,Dinas setempat memberikan bantuan obat-obatan gratis kepada petani.Agar petani segera memberikan semprotan kepada tanaman yang terserang hama.Peenyemprotan dilakukan pada waktu pagi dan sore hari.1 hektar lahan memerlukan 24-25 tangki obat senilai seratus lima puluh ribu rupiah.(rud)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Family & Friends of Magetan News Team