Rabu, 30 Desember 2009

Catatan Akhir Tahun

PEMOHON SIM NAIK ANGKA KECELAKAAN TURUN

Magetan, MN

Tingkat kecelakaan di Kabupaten Magetan mengalami penurunan hampir 30 % dibanding tahun 2008 lalu. Tahun lalu kecelakaan lalu lintas mencapai 534 kejadian dengan korban meninggal dunia 83 orang luka berat 267 dan luka ringan 569 dengan asumsi kerugian material mencapai 504 juta lebih.Dibanding angka kecelakaan tahun 2009 hanya 314 kejadian dengan korban meninggal dunia 56, luka berat 174 luka ringan 359 dari 314 kejadian 19 diantaranya merupakan tabrak lari.

Kapolres Magetan yang dikonfirmasi melalaui Kasat Lantas Polres Magetan AKP H.Sukarli mengatakan penyebab utama kecelakaan berasal dari human error. Dijelaskan ada beberapa titik lokasi rawan kecelakaan seperti dijalan protokol Maospati yang mencapai 46 kasus disusul berikutnya jalur Sukomoro - Magetan mencapai 32 kasus dan Magetan kota 36 kejadian.

Sementara itu setelah diberlakukannya UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan Angkutan Jalan pemohon SIM di Polres Magetan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.sampai dengan Nopember 2009 pemohon SIM mencapai 20.552 pemohon terdiri dari pemohon SIM baru 9361 dan perpanjangan 11.191 pemohon.Sebelum diberlakukannya UU 22 tahun 2009 rata-rata 130 pemohon per harinya tetapi setelah pemberlakuan UU tersebut pemohon meningkat menjadi 230 orang per harinya untuk semua golongan SIM.

Terkait meninggalnya 2 santri dari Pondok Pesantren Condro Mowo Kabupaten Ngawi dalam pendakian ke Puncak Lawu Kapolres Magetan AKBP Jacub Prajoga menghimbau kepada semua masyarakat yang melakukan pendakian untuk berkoordinasi dengan AGL dan pihak Kepolisiaan setempat guna pengamanan.terutama kepada pendaki dalam kelompok atau jumlah besar diharapkan membawa tim medis. Dijelaskan Kapolres bila cuaca buruk atau kondisi kesehatan tidak memungkinkan para pendaki dihimbau membatalkan pendakian, dan disarankan melewati rute resmi yang disarankan petugas kehutanan(rud)

DEWAN SOROTI PENGADAAN SARANA PRA SARANA DAK PENDIDIKAN

Magetan,MN

Pelaksanaan proyek DAK kabupaten Magetan disorot oleh DPRD Magetan.Ini terkait beberapa permasalahan terutama pada pengadaan sarana dan prasarana sekolah yang mendapatkan kucuran DAK tahun 2009 ini. Dalam pengerjaannya ditemukan fisik yang jelek kualitasnya dan tidak sesuai aturan. Seperti yang terjadi Di SDN Bogem 1 Kecamatan Sukomoro dan beberapa SD lainnya kwalitas bangku dan kursi diduga jauh dari standar mutu yang ditetapkan.

Dari sumber Memo di DPRD Magetan mengatakan dalam RAB untuk pengadaan 1 bangku dengan dua kursi sekitar 600 ribu tetapi dalam realisasinya hanya sekitar 200 ribu saja.dan dalam pengadaannya diduga di tangani oleh oknum anggota dewan.

Di SDN 1 Bogem pengadaan bangku sejumlah 30 bangku dengan 60 kursi.Menurut penjaga sekolah bangku tersebut merupakan pesanan dari Desa Sempol Maospati. Sekolah tinggal menerima jadi saja.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Sukomoro Kasmini ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengaku belum tahu dan masih akan mengeceknya.Senada dengan Kepala UPTD kepala dinas Pendidikan Kabupaten Magetan Drs.Bambang Trianto,MM ketika dikonfirmasi dengan enteng menjawab “Ya kalau tidak sesuai biar disesuaikan”

Dari pantauan Memo memang kondisi bangku dan kursi standarnya rendah,bahan kayunya tipis dan terkesan asal-asalan dalam pembuatannya. Terbukti ketika salah satu kursi dan bangku diduduki terdengar suara yang menandakan kurang kokohnya dalam pembuatan.

Menanggapi permasalahan ini Ketua DPRD Magetan Joko Suyono mengatakan dengan kejadian ini biar masyarakat tahu kondisi yang sebenarnya. Selama ini yang dilaporkan yang baik-baik saja seakan tidak ada masalah. Dijelaskan karena apapun bentuknya sarana pendidikan merupakan hal yang penting untuk kecerdasan anak didik di masa mendatang. ”DAK jangan dijadikan lahan empuk bagi oknum yang hanya ingin mengeruk keuntungan saja, tetapi diluar bicara sok bersih dan sok suci”, ujar Joko Suyono. Terkait keterlibatan oknum Dewan dalam pengadaan sarana dan prasarana tersebut Ketua DPRD enggan berkomentar dan masih akan mencari tahu lebih lanjut.”Yang jelas dewan akan mengambil sikap,”ujarnya. Kepala SDN 1 Bogem sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi.(rud)

Selasa, 29 Desember 2009

WARGA TAKERAN TEWAS TERPANGGANG

Magetan, MN

Dua orang warga RT 1/RW 1 Desa Takeran, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, tewas akibat kamar mereka terbakar pada Senin (28/12) dini hari sekitar pukul 02:00 WIB.

Warga tewas tersebut adalah, Tukinem (80) dan cucunya Ela Ayik (7) yang ditemukan warga desa sekitar telah tewas terbakar dikamar rumahnya dengan kondisi kedua korban sangat mengenaskan.

"Keduanya ditemukan warga sudah meninggal. Bahkan kedua jenazah terlihat gosong akibat terbakar di dalam kamar rumahnya," ujar salah satu warga desa setempat, Paryanto kepada wartawan.

Menurutnya, ia dan warga melihat rumah korban mulai mengeluarkan asap pada dini hari tadi. Warga yang mengetahui langsung mendatangi rumah korban untuk melihat dan memberikan pertolongan. Namun, warga datang terlambat, karena api telah membakar mereka hidup-hidup di dalam kamar. Warga pun langsung menghubungi polisi terdekat.

Kapolsek Takeran, AKP Susanto, membenarkan kejadian tersebut. Hingga kini pihaknya dibantu dengan tim medis puskesmas setempat dan warga tengah melakukan evakuasi terhadap korban.

Menurutnya, bagian rumah korban yang terbakar hanya kamar saja. Diduga korban terbakar akibat penggunaan obat nyamuk bakar yang merambat ke kasur korban. "Hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab pastinya kematian korban. Namun, diduga karena obat nyamuk bakar yang biasa digunakan korban saat tidur. Api dari obat nyamuk tersebut merambat ke kasur hingga membuat kebakaran lokal di kamar saat kedua korban tidur," ujarnya kepada wartawan.

Kedua korban memang tinggal bersama di dalam rumah tersebut. Hasil keterangan sejumlah saksi, setiap harinya korban, nenek dan cucu tersebut, memang tidur berdua dalam satu tempat tidur.

Diduga, obat nyamuk bakar yang dipakai korban diletakkan terlalu dekat dengan tempat tidur sehingga api dengan mudah menyulut kasur yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar tersebut. nif

DUA PENDAKI TEWAS DI GUNUNG LAWU

Magetan, MN
Dua pendaki yang tewas di Gunung Lawu pada Senin (28/12) dini hari dan dievakuasi oleh gabungan tim SAR ke Magetan. "Kedua jenazah pendaki tersebut telah disemayamkan di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sayidiman Magetan," ujar Kapolsek Plaosan, AKP Trito, yang juga merupakan bagian dari tim SAR gabungan, kemarin.


Menurutnya, karena jenazah ditemukan masih di wilayah Jawa Timur, maka atas kesepakatan tim, kedua jenazah akhirnya dievakuasi ke Magetan. Padahal, sebelumnya sempat disepakati korban akan dievakuasi melalui jalur Jawa Tengah, Cemoro Kandang, Karanganyar Magetan.

Kedua jenazah tersebut adalah, Jumain (23) warga Demak dan Muji Rachman (18) warga Candi Todanan, Blora. Kedua korban merupakan bagian dari 125 pendaki dari Paguyuban Condro Mowo, Blora, yang akan melakukan ritual keagamaan di bulan Suro di Hargo Dalem Gunung Lawu.

Mereka terbagi dalam tiga rombongan yang naik Gunung Lawu melaui tiga jalur, yakni jalur Jawa Timur Cemoro Sewu, jalur Jawa Tengah Cemoro Kandang, dan jalur Ngawi Jogorogo.

Tirto menambahkan, selain evakuasi kedua jenazah, beberapa pendaki yang sebelumnya belum ditemukan akhirnya juga sudah dapat ditemukan dan dibawa turun sekalian oleh tim evakuasi. "Dengan dibawanya turun kedua jenazah dari Gunung lawu, maka proses pencarian telah selesai. Saat ini petugas tinggal mengurusi pemulangan jenazah ke kampung halaman, yakni di Demak dan Blora, Jawa Tengah," katanya.

Sebelumnya, evakuasi jenazah dan pencarian para pendaki yang diperkirakan berada di Hargo Dalem sulit dilakukan karena posisi korban berada pada ketinggian 3.100 meter dari permukaan laut (mdpl).

Sedangkan, Hargo Dalem sendiri berjarak sekitar 6,5 kilometer dari Pos Pantau Cemoro Sewu Magetan. Untuk menuju ke Hargo Dalem, petugas membutuhkan waktu lima hingga enam jam perjalanan mendaki dengan kondisi jalur yang cukup curam.

Hargo Dalem, sendiri hanya berjarak sekitar 200 meter dari puncak Gunung Lawu yang berada di ketinggian 3.265 mdpl. Diduga, cuaca yang cukup dingin saat pendakian, serta persiapan logistik yang minim itulah yang membuat kondisi rombongan para pendaki lemah.

Tim SAR gabungan sendiri terdiri atas relawan Anak Gunung Lawu (AGL), TNI/Polri, polisi hutan KPH Lawu, DS, dan pemkab setempat. Sebetulnya, petugas di pos pendakian baik Jawa Timur maupun Jawa Tengah telah memperingatkan pendaki untuk tidak mendaki gunung karena cuaca yang tidak bersahabat.

Diperkirakan, pendaki yang tewas dan hilang tersebut mendaki Gunung Lawu dengan melalui jalur yang tidak resmi, yakni salah satunya melalui jalur Jogorogo Ngawi. Sementara Jalur resmi Gunung Lawu sendiri hanya melalui Jawa Timur Cemoro Sewu dan Jawa Tengah Cemoro Kandang. nif

Senin, 28 Desember 2009

PENYUKA SENI SEJAK KECIL


Magetan,MN

Mantan Guru yang telah pensiun sejak 2003 lalu Sihmadi warga Desa Nguntoronadi mempunyai seabrek kegiatan.menurutnya setelah pensiun lebih konsen pada bidang seni yang memang sudah disukainya sejak kecil.

Mantan wasit dan Pengurus Perserikatan Sepak Bola Magetan (Persemag) kini aktif membina kelompok kesenian Kerawitan dan seni reog yang telah dibinanya sejak 3 tahun lalu. Kelompok yang diberi nama Gono Laras telah menunjukkan beberapa prestasi diantaranya dengan diundangnya perkumpulan tersebut ke RRI Madiun untuk Siaran langsung kerawitan baik untuk kelompok laki-laki maupun perempuan. ”Kerja keras yang sungguh-sungguh dari kelompok ternyata membuahkan hasil,”ujarnya.

Selain itu Grupnya juga menjadi langganan Kecamatan Nguntoronadi untuk mewakili pada even-even resmi.

Selain mengelola grup kesenian Sihmadi juga hoby memelihara ikan dan menanam bunga hias di halaman rumahnya.Tak heran bila kita memasuki pekarangan rumahnya akan terlihat berbagai macam bunga dan disekeliling rumahnya terdapat kolam ikan yang luas.Nila,lele dan Gurameh menjadi favorit untuk dipelihara.Selain mendapatkan tambahan dari hasil ini juga untuk menambah gizi keluarga,”ujar kakek tiga cucu ini.Pada hari hari libur terutama Sabtu Minggu kolam ikannya dijadikan kolam pemancingan untuk umum.(rud)

BERAKHIR KONTROVERSI PENGANGKATAN WAKIL KETUA DPRD MAGETAN

Magetan,MN

Sempat terkatung-katung terkaiat pengisian jabatan Wakil Kertua DPRD Magetan dari Partai Amanat Nasional (PAN),kemarin akhirnya terjawab sudah. Sebelumnya jabatan 3 Wakil ketua DPRD Magetan baru terisi 2 orang yaitu Drs Sofandi dari Partai Golkar dan M.Soim dari Partai Demokrat. Berlarutnya kekosongan ini terkait konflik intern di tubuh PAN Magetan yang mengajukan 2 nama calon Wakil nya, yaitu Widodo dan H.Sutikno.Padahal sesuai aturan hanya boleh mengajukan 1 nama yang mendapatkan rekomendasi dari DPP partainya.

Kemarin melalui Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Magetan menetapkan H Sutikno BSC dari fraksi PAN menduduki jabatan Wakil Ketua dewan, berdasarkan SK Gubernur Jawa Timur No 403/184/011/2009 tentang penetapan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) periode 2009-2014. Keputusan berlaku sejak ditetapkannya Keputusan tersebut. Dalam SK yang ditandatangani Gubernur Jawa Timur DR . H. Sukarwo tertera tanggal penetapan 21 Desember lalu.

Wakil Ketua DPRD Magetan dari Partai Golkar Sofandi mengatakan sesuai mekanisme dan aturan terkait penetapan kelengkapan Pimpinan Dewan maka H.Sutikno dari Fraksi PAN sudah dapat ditetapkan.Mulai hari ini seusai pelantikan dapat menempati ruangan Wakil Ketua dan menjalankan fungsinya.Dengan adanya jabatan Wakil Ketua Dewan ini maka berakhir sudah kontroversi seputar polemik kedudukan Wakil Ketua DPRD Magetan.(Rud)

Family & Friends of Magetan News Team