Minggu, 31 Januari 2010

DARI ANGKAT BESI MENUJU KURSI DEWAN

Magetan, MN
Disela kesibukannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Magetan masih sempat fitness 4 kali dalam seminggu. Manto anggota DPRD Magetan dari partai golkar punya hobby olahraga.Tak heran di rumahnya daerah Kecamatan Poncol mendirikan tempat untuk menyalurkan bakat olah raganya seperti volley,dan bulutangkis.Sebagai wadah anak-anak muda untuk lebih aktif pada kegiatan-kegiatan yang positif. Biar tidak terjebak pada pola-pola hidup bebas yang cenderung merugikan, karena kalau menlihat akhir-akhir ini banyak anak muda yang terjerumus pada pergaulan yang salah yang berakibat pada rusaknya kepribadian mereka.
”Untuk fitness saya harus ke Magetan,”ujar Manto. Karena memang adanya tempat latihan Fitness hanya di kota Magetan. Manto membutuhkan waktu 3-4 jam dalam setiap sesi latihannya. Selesai fitness biasanya langsung mandi uap yang kebetulan disediakan di tempatnya berlatih.
Tak heran karena kegemarannya fitness ini membuat badannya terlihat kekar, maklum sebelumnya dia memang atlet angkat Besi dan pernah mewakili Kabupaten Magetan dalam kejuaraan angkat Besi se Jawa-Bali tahun 2007 lalu.
Ayah 2 putra ini mengatakan dengan berolah raga yang rutin selain menyalurkan hoby dan bakat juga menjadikan badan sehat, sehingga aktifitas di gedung dewan juga lebih fresh. Tidak heran sekarang rekan-rekannya sesama anggota Dewan banyak yang mengikuti jejaknya untuk ikut fitness.
Pengurus Persatuan Angkat Besi (Pabsi) Kabupaten Magetan ini berobsesi untuk bisa mengembangkan olah raga terutama angkat besi di Magetan. Banyak kader-kader potensial atlet angkat besi di Magetan, tinggal memberikan pembinaan yang lebih saja, menurutnya selama ini terbentur dana pembinaan yang minim sekali padahal olah raga angkat besi membutuhkan tempat latihan khusus dalam pembentukan otot dan ini memakan anggaran yang besar.(rud)

Jumat, 29 Januari 2010

DITUDUH PELIHARA TUYUL NEKAT SUMPAH POCONG

Magetan,MN

Marni warga dukuh Suro Desa Semen Kecamatan Nguntoronadi memberanikan diri untuk melakukan sumpah pocong. Hal ini dilakukan untuk menepis tudingan dan meyakinkan masyarakat jika dirinya benar-benar tidak mempunyai tuyul.

Sebelumnya merebak isu di sekitar masyarakat Desa Semen kalau Marni memelihara tuyul, warga sering kehilangan uang padahal merasa uang belum digunakan. Akhirnya isu tersebut beredar luas di masyarakat Semen hingga menimbulkan keresahan dan kekhawatiran.
Gerah dengan isu miring yang menerpa diri dan keluarganya minggu kemarin diadakan musyawarah antara Marni, warga dan aparat dan disepakati untuk melakukan sumpah pocong pada hari Kamis Malam Jumat. ”Ini keinginan saya sendiri, biar masyarakat percaya,” ujar Marni. Dijelaskan tujuan sumpah pocong untuk membersihkan namanya dan membuktikan jika dirinya benar-benar tidak memelihara tuyul.

Kamis malam kemarin sekitar pukul 19.30 malam prosesi sumpah pocong dimulai. Penyumpah Kyai Imam Markim dari Ponorogo. Sebelum sumpah dimulai kyai Imam Markim memberikan ceramah agama sekitar satu jam lebih.

Ternyata ceramah kyai ini membuat luluh hati Katimi dan warga lain yang menuduh Marni memelihara tuyul. Akhirnya sumpah pocong dibatalkan karena ada kesepakatan damai dari kedua belah pihak. Menurut Kyai Imam Markim dalam penyelesaian masalah ada dua hal yang pertama dengan aqidah dan kedua dengan hukum Negara. ”Penyelesaian ini tadi termasuk penyelesaian aqidah,” ujar Kyai. Karena bisa didamaikan maka sumpah pocong tidak perlu dilaksanakan. Bila tetap dilaksanakan akan bahaya akibatnya.

Dalam acara kemarin ribuan warga desa dan masyarakat berduyun-duyun ingin menyaksikan prosesi sumpah pocong yang dianggap sebagai hal yang langka dan luar biasa.Pengamanannya pun juga sangat ketat aparat dari Polres Magetan dan Polwil Madiun bersiaga untuk mengamankan prosesi sumpang pocong terserbut.Rud

Rabu, 27 Januari 2010

TOKO ANYAR DIBOBOL

Magetan, MN
Aksi pencurian kembali terjadi di kota Magetan. Aksi para pencuri ini tergolong nekat melihat lokasi toko yang tepat di tengah kota. Selasa malam (26/1) Toko Anyar di jalan Panglima Sudirman kota Magetan diobrak-abrik pencuri yang diduga lebih dari satu orang. Setelah berhasil masuk, pelaku langsung menggasak rokok dan uang 300 ribu di dalam laci. Kejadian diperkirakan pada tengah malam sampai pagi karena pemilik berada di tokonya sampai malam. Akibat kejadian tersebut, korban menderita kerugian jutaan rupiah
Hari Santoso, pemilik toko Anyar menjelaskan, dirinya tidak tahu kalau tokonya telah dibobol maling, Rabu pagi sekitar pukul 8 seperti biasa pemilik membuka tokonya. Dilihatnya ada yang ganjil di dalam tokonya. Setelah melakukan pengecekan rokok berbagai merek di rak telah raib. "Waktu pagi hari saya buka toko untuk berjualan, ternyata rokok yang ada di rak sudah ludes,"ujar hari Santoso. Demikian juga ketika mengecek uang di laci ternyata juga lenyap ikut digondol malingn
Mengetahui tokonya dibobol maling Hari Santoso langsung melaporkan kejadian pencurian tersebut ke Polsek Kota Magetan. Petugas yang mendapatkan laporan langsung meluncur untuk melakukan olah TKP. Petugas yang datang ke TKP mengidentifikasi serta mencatat barang yang hilang dari dalam toko. Kini korban masih dimintai keterangan di Mapolsek Kota dan petugas mengadakan penyelidikan guna melakukan pengejaran terhadap pelaku pencurian. (Rud)

WARGA KELUHKAN PUNGUTAN

Magetan, MN
Kemarin Rabu (27/01) Bupati menggelar kegiatan di Desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo dengan membawa beberapa pelayanan umum ke desa. Kendati sudah didekatkan ke desa, namun birokrasi tetap jadi keluhan warga. Ini juga terjadi saat pelayanan KK dan KTP dibawa ke desa mereka. “Banyak meja yang harus kami datangi jadi kami malah bingung,” kata Kasinah, warga setempat.
Harusnya pelayanan tersebut tidak perlu banyak birokrasi yang masyarakat kadang tidak paham dengan aturan-aturan tersebut, masyarakat mengaku bingung karena harus menghadap dari satu meja ke meja lainnya.

Pelayanan berbagai instansi menjadi salah satu rangkaian rapat staf lengkap yang dilakukan Bupati Sumantri kemarin. Selain pelayanan KK dan KTP juga dilakukan pelayanan kesehatan, Samsat dan pelayanan PDAM. Namun pengurusan KTP dan KK yang paling banyak diserbu warga. Beberapa warga tampak membawa formulir KK dan harus melengkapi beberapa persyaratan. Mereka juga diberikan kupon agar mengajukan pengurusan itu secara tertib. “Namun tetap banyak yang harus dilalui untuk bisa mengurus KK itu”, ungkap salah satu warga.
Karena banyaknya warga yang akan mengurus KK dan KTP itu dalam dua jam saja formulir sudah habis dan akibatnya banyak warga yang tak sempat terlayani. Selain itu, warga juga masih harus merogoh kocek lagi. Walaupun tak banyak namun mereka mengaku tak siap karena menyangka akan mendapat layanan gratis. Dana yang ditarik Rp 3 ribu per orang untuk mengurus sebuah KTP.
Bupati Sumantri dalam sambutannya di rapat staf itu menegaskan, berbagai pelayanan itu sengaja dibawa bersamanya agar memudahkan komunikasi dengan masyarakat. Soal panjangnya birokrasi itu tergantung pada persyaratan yang dibawa warga yang akan mengajukannya. “Jadi nanti rapat staf tidak hanya diisi omong-omong tetapi juga ada pelayanan ke masyarakat,” ujar Sumantri. (rud)

Selasa, 26 Januari 2010

SOPIR RENTAL DIBIUS, MOBIL DIBAWA KABUR

Magetan, MN
Modus pembiusan kembali membawa korban. Kali ini menimpa seorang sopir mobil rental bernama Ardi Suryadilaga, asal Tangerang. Kemarin (26/1) di hotel Imelda Magetan, Ardi ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri sementara mobil rentalan yang dipakainya juga amblas. “Saya benar-benar tak sadar sampai saat terbangun,” ungkap Ardi
Ardi adalah salah satu sopir dari perusahaan mobil rental Azeel di Jakarta. Senin siang Ardi membawa para penumpangnya terdiri dari seorang wanita dan lelaki ke Magetan. Mereka menginap di Hotel Imelda, Jl . Ahmad Yani Magetan. Sang wanitalah yang terdaftar sebagai penyewa mobil atas nama Liana, warga Gondawaka Kecamatan Cikini Menteng, Jakarta Pusat. “Penampilannya benar-benar meyakinkan, bahkan dia ke Magetan katanya untuk bertemu pejabat,” ujar Ardi.

Penampilan dan gaya bicara Liana yang menampakkan seorang wanita karir berhasil menipu Ardi. Saat di hotel dia tak menaruh curiga ketika sore itu dia diberi makanan berupa nasi goreng, bistik dan kopi. “Saya langsung tak ingat apa-apa,” ujar Ardi.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Ardi baru terbangun dan kebingungan mendapati dirinya berada di kamar hotel. Saat keluar dia baru menyadari para penyewa mobil yang diantarnya tidak ada di hotel, begitu pula mobil jenis kijang innova milik bosnya. Bukan hanya sukses membawa lari kijang innova, para pelaku juga membawa serta STNK dan surat penting yang tersimpan di saku celana Ardi. Saat pemuda itu tertidur di bawah pengaruh bius, para pelaku menyobek celana dan saku Ardi untuk mendapatkan surat-surat penting. “Saya langsung histeris, spontan berteriak minta tolong,” ungkapnya.
Teriakan ini menjadikan perhatian dari para kru hotel Imelda. Pihak kepolisian dari Polsek dan Polres Magetan ikut berada di lokasi untuk olah TKP. Sampai saat ini kasus pembiusan ini masih dalam penyelidikan kepolisian. anif


Senin, 25 Januari 2010

2 SISWA MIN TAKERAN TEWAS TENGGELAM

Magetan, MN
Dua dari tiga bocah di Kelurahan Takeran ditemukan dalam keadaan tewas pada Minggu (241) malam sekitar pukul 18.00 WIB.Diduga keduanya tewas saat bermain air di kolam wudhu Pondok Pesantren Sabilil Mutaqin Takeran. Dua bocah tersebut masing –masing Hadi Rahman (10) dan Mufida Kurnia Trisna (10). Sementara Dede selamat. Tubuh ke dua bocah ditemukan di dasar kolam Seorang lainnya berhasil selamat dari maut
Kejadian berawal sekitar pukul 14.30 kedua bocah bermain air kolam wudhu pondok dan seorang temannya lagi Dede.Saat bermain Hadi Rahman terpeleset dan langsung terjun ke dalam kolam sedalam 10 meter.Melihat temannya terpeleset Mufida berusaha untuk menolong.Karena tidak bisa berenang kedua bocah tersebut tenggelam.
Melihat kedua temannya tenggelam Dede berlari minta tolong menemui Abdul Syukur.
Mendengar hal tersebut Abdul Syukur bersama beberapa warga langsung berlari menuju kolam yang terletak di belakang pondok. Setealah dicari di dalam kolam ternyata tubuh kedua bocah malang tersebut sudah berada di dasar kolam dan ketika dinaikkan dalam keadaan tidak bernyawa.mendengar kabar kematian putranya orang tua Hadi Rahman langsung histeris karena tifak menyangka putranya akan tewas dengan cara seperti itu.
Jenazah kedua bocah tersebut langsung dibawa ke Puskesmas guna dilakukan otopsi dan akhirnya duserahkan kepada orang tua masing.masing.
Keajadian tewasnya ke dua bocah MIN tertsebut kini menjadi perhatian serius dari para orang tua untuk selalu waspada dan mengawasi putra-putrinya saat bermain terutama di tempat-tempat bahaya.(Rud)

DEWAN SIDAK EMBUNG JOKETRO

Magetan,MN
Seperti dalam pemberitaan beberapa hari yang lalu terkait rusaknya embung joketro yang dikerjakan oleh PT Moderna membuat gerah wakil rakyat di Magetan.Wakil Ketua DPRD Magetan melakukan sidak ke Embung Joketro yang rusak parah diterjang banjir padahal pembangunannya baru saja diselesaikan. "Pembangunan embung ini diduga tidak sesuai RAB. Lihat saja besi yang digunakan ukuran kecil," ujar Wakil Ketua DPRD M.Shoim

Menurutnya, dewan segera memanggil kepala dinas PU Pengairan untuk meminta penjelasan terkait hancurnya bangunan tersebut.
Sementara itu Rusdi salah satu mandor yang ada di pembangunan proyek tersebut mengatakan sebenaranya kerusakan sudah diperbaiki tetapi kemarin hujan deras dan embung ambrol lagi.Kerusakan terjadi terutama pada bagian jembatannya.menurutnya ada kesalahan pada pembangunan embung di Joketro.seharusnya kanal penampung air didahulukan pembangunananya.karena terkendala dana akhirnya mengalami keterlambatan terkait pembebasan lahan. Akhirnya lebih dahulu dibangun talud dan jembatan.ketika terkena gerusan air tanah urug dan talud amblas beberapa kali sehingga retak bahkan ada yang jebol.
Lebih lanjut M.Shoim mengatakan selama pihak pelaksana pembangunan masih mau bertanggung jawab untuk memperbaiki tidak ada masalah.tetrapi menurutnya dengan kondisi bangunan seperti itu akan sia-sia kalau hanya diperbaiki.”Harus dibongkar total agar bangunan bisa baik dan kuat,”ujar M.Shoim.(Rud)


Jumat, 22 Januari 2010

TRAYEK DISEROBOT SOPIR ANGKOT NGLURUG DEWAN


Magetan, MN

Para sopir angkot LIN A-B-D di Kota Magetan menggelar unjuk rasa ke gedung Dewan Magetan. Mereka merasa dirugikan dan memprotes beroperasinya angkutan umum dan becak bermotor yang dianggap menyerobot trayek.Hal ini terjadi semenjak perubahan jalur di beberapa ruas jalan kota Magetan.Akibatnya penghasilan para sopir angkot berkurang.Mereka menganggap ada jalur angkot yang rame penumpang dan jalur sepi.Dan diperparah adanya dugaan penyerobotan jalur oleh angkutan umum dan becak bermotor. Sekitar 52 awak angkutan kota yang terdiri dari pengemudi dari 3 trayek yaitu Lin A-B-D melakukan demo ke gedung Dewan sambil membawa armada masing-masing.

Koordinator aksi Yoyok Setya Utomo mendesak wakil rakyat memperhatikan kondisi para sopir angkot,Beberapa hal disampaikan kepada Dewan terkait perubahan jalur dan penyerobotan trayek angkutan umum yang berdampak pada kurangnya penghasilan mereka.Dijelaskan para sopir angkot juga mengeluhkan adanya becak bermotor yang akhir-akhir ini banyak berperasi di kota Magetan.

Kuswandi perwakilan dari sopir angkot Lin D mengungkapkan semenjak perubahan jalur, penghasilan mereka menjadi berkurang.Selain jalur yang dilalui sepisepi juga adanya becak motor yang pengaturan trayeknya belum jelas jadi terkesan bebas menaikkan penumpang. DPRD juga diminta memperhatikan jalan di pintu kelluar terminal pasar sauyur yang rusak parah.

Dalam aksi kemarin para sopir angkot diterima oleh Wakil Ketua Dewan Sofandi didampingi oleh Sofia Rinita Hadi dari Komisi D dan Thohir dari Komisi A.Menanggapi keluhan para Sopir angkot Wakil Ketua DPRD Magetan Sofandi mengatakan menerima usulan dan keluhan dari sopir angkot.dan berjanji segera berkoordinasi serta menindak lanjuti permasalahan iniSetelah menyampaikan aspirasinya para sopir membubarkan diri dan kembali mengoperasikan angkutan sesuai Lin nya masing-masing.(Rud)

Kamis, 21 Januari 2010

KONVERCAB PDI PERJUANGAN BERAKHIR RICUH


Magetan,MN

Konferensi Cabang Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Magetan, Rabu (20/1), diwarnai kericuhan. Sejumlah massa dari pengurus anak cabang (PAC) mengamuk karena tidak diundang dalam rapat konfercab.
Sebelumnya dalam sambutannya Ketua DPC PDIP Magetan Samsi mengatakan Muscab ke III PDIP ini sudah melewati perjalanan yang panjang dan melelahkan. Ada perbedaan pendapat dan persepsi terkait dukung mendukung itu wajar dalam demokrasi. Samsi mengajak semua kader PDIP Magetan untuk bersatu kembali guna membesarkan PDIP di Magetan.

Sesaat setelah acara prmbukaan tiba-tiba massa mendobrak pintu kantor yang terletak di Jalan Raya Sukomoro, Kabupaten Magetan. Bahkan di antara massa ada yang sempat merusak meja serta kursi undangan. Selain tidak diundang, mereka juga menilai DPC telah melakukan beberapa pelanggaran struktur.

Sulastri dari PAC Sukomoro mengatakan ada 3 PAC yang tidak diundang yaitu PAC sukomoro,PAC Maospati, serta PAC Bendo tidak diberi undangan. ”Ini jelas melanggar Aturan partai,maka Muscab harus ditunda,”ujar Sulastri.

Apabila muscab tetap berlangsung maka akan cacat hukum.Masuknya pendukung dari Prayoga membuat situasi dalam ruangan sidang menjadi tidak terkendali, saling gontok dan lempar kursi sempat terjadi antar pendukung kedua belah pihak.

Aparat keamanan yang masuk ke dalam ruangan berusaha melerai pertikaian. Susilo Wardoyo ketua panitia Konfercab PDIP mengatakan dari awal banyak yang tidak puas dan melaporkan ke DPD Jawa Timur terkait dugaan money politik , karantina dan intimidasi. Dijelaskan Susilo Wardoyo setelah diklarifikasi DPD PDIP Jawa Timur, dari 14 PAC 11 PAC mengatakan tidak ada masalah 3 PAC menyerahkan keputusan ke DPD.

Ada dugaan tujuan dari kedatangan kelompok massa PDIP untuk menggagalkan Konfercab. Karena tidak ada titik temu akhirnya tindak lanjut dari konfercab masih menunggu dari DPD dan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kejadian dalam Konfercab 3 PDIP Magetan telah dilaporkan ke DPD dan DPP PDIP sedangkan masalah pengrusakan dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti.(rud)

2 PASIEN DB MENINGGAL

Magetan. MN

Warga Magetan harus waspada terhadap penyakit Demam Berdarah (DB). Penyakit yang disebabkan dari gigitan nyamuk aedis aegypti ini semakin meningkat dari tahun ketahun. Dalam dua pekan ini di Kabupaten Magetan tercatat 12 penderita demam Berdarah dengan 2 orang meninggal dunia. Dua pasien yang meninggal berasal dari Takeran dan Desa Bendo Setren Kecamatan Bendo. Rata-rata pasien yang terserang DB adalah anak-anak usia 5 sampai 13 tahun.

Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Magetan Sugeng Raharjo membenarkan adanya dua pasien yang meninggal akibat Demam Berdarah.Menurut Sugeng ada beberapa factor penyebab meninggalnya pasien.Selain karena terlambat penanganan medisnya juga karena kondisi fisik dari pasien yang tidak bagus. Puncak wabah penyakit DB biasanya pada bulan Februari setiap tahunnya.Ini akibat curah hujan yang tinggi Untuk itu Dinas Kesehatan melalui Puskesmas-Puskesmas di Kecamatan menghimbau kepada segenap masyarakat untuk tetap waspada dan segera ke Puskesmas bila terjadi tanda-tanda yang menyerupai DB sehingga bila positif terjangkit DB segera bisa diketahui dan tidak berakibat fatal.

Dinas Ksehatan Magetan juga berupaya menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan PKK di Desa untuk mencanangkan budaya bebas jentik nyamuk Demam Berdarah.Sosialisai tentang demam berdarah juga gencar di laksanakan dan fogging pada daerah yang rawan terserang wabah DB. (Rud)

PENGERJAAN EMBUNG DESA JOKETRO MEMPRIHATINKAN

Magetan,MN
Pengerjaan embung di Desa Joketro Kecamatan Parang yang kualitas garapannya jelek menambah panjang daftar panjang proyek yang di duga bermasalah di Kabupaten Magetan. Kepala Dinas Pengairan Ir Harjanto ketika dikonfirmasi mengatakan jika jajarannya telah mengecek ke lokasi.dan sudah mengirim surat ke Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai ( BP DAS) Solo terkait rusaknya bebberapa bagian bangunan. Proyek pembuatan embung Joketro merupakan dana sharing dari pusat dan Propinsi. Yang melaksanakan BP DAS Solo. Pemkab Magetan hanya menyediakan lahan saja. Kontraktor pelaksana pembangun PT Modena.Terkait rusaknya embung sampai sekarang masih menjadi tanggungan pihak kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan. Ditanya besarnya dana yang digunakan Harjanto mengaku tidak tahu karena selama ini pihak DAS Solo hanya memberi laporan tanpa menyebut angka. Dari informasi yang digali MagetanNews dana yang diserap untuk pembangunan Embung mencapai 2,8 Milyar dan sudah dikerjakan mulai Oktober 2008 lalu. Embung yang akan digunakan sebagai penampung air untuk irigasi pertanian diduga pengerjaannya belum selesai. Terbukti masih ada beberapa kuli yang bekerja di proyek tersebut. Pengakuan salah satu kuli yang membenahi beberapa tempat bangunan yang sudah rusak tergerus air. ketika ditanya kontraktor yang mengerjakan, mengaku tidak tahu siapa pemborongnya. "Yang saya ketahui dia orang Mojokerto,” ungkapnya. Pembangunan embung terkesan mangkrak karena material berserakan di mana-mana. Banyak batu lepas dari pasangan. Beberapa taludnya retak-retak bahkan jebol tergerus air. Diduga jeleknya mutu bangunan karena bahan yang digunakan jauh dari standar. Kondisi ini dibenarkan oleh Suwarno warga desa Joketro. Menurutnya campuran pasir dan semen yang digunakan jauh dari standar. Diperkirakan campuran semen dan pasir 1 : 6 satu untuk semen dan enam untuk pasir. ”jadinya ya seperti itu hasil bangunannya, belum dipakai sudah rusak” ujar Suwarno. Dijelaskan apabila bangunan tersebut tidak segera diperbaiki akan membahayakan warga sekitar. Bila hujan terus turun dan bangunan tidak kuat menahan air maka akan terjadi longsor dan banjir ke perumahan penduduk sekitar.(Rud)

Rabu, 20 Januari 2010

KEJAKSAAN BIDIK PROYEK BERMASALAH

Magetan, MN

Adanya indikasi penyelewengan beberapa proyek di Pemkab Magetan mendapatkan perhatian dari kejaksaan Negeri Magetan. Beberapa proyek itu diantaranya adalah pengadaan mebeler pada beberapa Sekolah yang mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK). Diduga dalam pengadaannya tidak sesuai speck yang yang ada. Dari sumber Memo di DPRD Magetan mengatakan dalam RAB untuk pengadaan 1 bangku dengan dua kursi sekitar 600 ribu tetapi dalam realisasinya hanya sekitar 200 ribu saja dan dalam pengadaannya diduga di tangani oleh oknum anggota dewan.

Kepala Kejaksaan Negeri Magetan Robert Illat, SH, MH mengatakan akan menelaah lebih jauh dan mengumpulkan bahan keterangan,guna mengetahui seberapa jauh dugaan penyimpangan pelaksanaan beberapa proyek di Magetan. Dan bila terbukti ada penyimpangan kami akan lakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua pihak tidak pandang bulu siapaun orangnya.

Sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat atau LSM terakait dugaan penyimpangan

Sementara itu beredar rumor jika dalam pengadaan mebeler di beberapa sekolah dilakukan oleh oknum anggota Dewan walau secara administrasi tidak terbuti karena di duga pinjam nama dari sebuah perusahaan mebeler.

Misal Di SDN 1 Bogem pengadaan bangku sejumlah 30 bangku dengan 60 kursi.Dari pengakuan penjaga sekolah bangku tersebut merupakan pesanan dari Desa Sempol Maospati. Sekolah tinggal menerima jadi saja.

Senada dengan Kepala kejaksaan Negeri Magetan, Ketua DPRD Magetan Joko Suyono menyesalkan bila benar ada oknum dewan yang bermain dalam pengadaan mebeler pada Proyek DAK. Apalagi dalam pengadaannya diduga jauh dari baik.

Terkait keterlibatan oknum Dewan dalam pengadaan sarana dan prasarana tersebut Ketua DPRD enggan berkomentar dan masih akan mencari tahu lebih lanjut.”Yang jelas dewan akan mengambil sikap,” ujarnya. Bila nanti ada oknum Dewan yang terlibat kita akan serahkan pada Badan Kehormatan DPRD,karena lembaga itu yang berkompeten. (rud)

Rabu, 13 Januari 2010

KEPLESET KAKEK NITIKAN TEWAS DI SUNGAI

Magetan , MN
Hendak mencuci kaki setelah pulang dari mencari rumput, Samani (70) warga Rt 01/Rw 01 Desa Nitikan Kecamatan Plaosan Tewas terpeleset di saluran air di Desa Sumber Agung setinggi 60 meter.
Kapolres Magetan AKBP Jacob Prajoga yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Plaosan AKP Tirto Amarta membenarkan kejadian tewasnya Samani. Mendapatkan laporan petugas dari Polsek langsung menuju TKP. Menurut Kapolsrek Korban tewas diduga karena kepleset dan jatuh ke bawah hingga akhirnya tewas terapung di selokan Jenazah ditemukan oleh Subari yang hendak berangkat mencari pasir.Guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut jenazah korban di identifikasi oleh kepolisian dan akan dimintakan visum guna mengetahui sebab-sebab kematiannya.
Kejadian berawal saat korban hendak mencuci kaki di selokan sehabis mencari rumput. Diduga karena licin korban terpeleset dan langsung jatuh terbawa air setinggi 60 meter. Hingga korban tewas terkelungkup di bawah dan mengapung dalam air. Jenazah ditemukan pertama kali oleh Subari. Waktu itu Subari hendak mencari pasir di sungai. Saat berjalan melewati pinggir selokan melihat seperti benda mengapung, ketika dilihatnya ternyata sesosok mayat tertelungkup dalam aliran air, karena belum mengenal korban Subari berlari minta pertolongan warga sekitar. Warga mulai berdatangan dan melihat mayat yang tertelungkup, dan diketahui ternyata adalah jenazah Sumani. Akhirnya jenazah dievakuasi dan sementara diletakkan di pinggir sungai sambil menunggu tim identifikasi dari Polres Magetan dan Tim Dokter yang akan mevisum jenazah korban.(ks)

KOMISI A DESAK PELAYANAN KTP DIKEMBALIKAN KE KECAMATAN

Magetan , MN

Pelayanan administrasi kependudukan seperti pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) Di Kabupaten Magetan sekarang ini dipusatkan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Semua pencari langsung datang dan diproses di kantor tersebut, tak jarang kantor Dinas Kependudukan dipenuhi oleh pemohon KTP dan KK hingga menimbulkan antrian panjang.

DPRD Kabupaten Magetan melalui Komisi A yang membidangi pemerintahan dan pendidikan mendesak untuk pelayanan KTP dikembalikan lagi ke Kantor Kecamatan masing-masing. Supardi Ketua Komisi A Mengatakan tujuan dikembalikannya ke Kantor Kecamatan ini adalah untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan surat-surat. ”Kasihan warga yang rumahnya jauh harus datang ke Magetan,” ujar Supardi. Seperti warga kecamatan Lembeyan, Kecamatan Parang, Kecamatan Poncol harus menempuh berapa kilometer untuk jalan ke Magetan hanya untuk mencetak KTP.

Anggota Komisi A yang lain Thohir mengatakan sebenarnya hanya tehnis saja, di dalam penandatanganan KTP selama ini stempel dan cap menggunakan scanner dan itu kan bisa di transfer per Kecamatan. Walau berdasarkan UU yang berhak menandatangani adalah kepala Badan atau Dinas Kependudukan. Jadi sifatnya untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat sehingga tidak harus keluar waktu dan biaya yang banyak dan cepat bisa diselesaikan. Guna mencari solusi ini Komisi A akan mengundang Dinas Kependudukan untuk diajak duduk bersama guna mencari solusi terbaik dalam pelayanan kepada masyarakat Magetan.

Menanggapi permintaan Komisi A Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan sipil Kabupaten Magetan Drs.Samidi ketika dikonfirmasi mengatakan selama ini pihaknya telah menjalankan tugas sesuai UU. Dijelaskan dalam UU NO 23 tahun 2006 tentang Administrasi kependudukan pasal 59 menyebutkan bahwa surat-surat Kependudukan seperti KTP,KK diterbitkan dan ditanda tangani oleh kepala instansi terkait,dan diperjelas oleh PP NO 37 tahun 2007 tentang Pedoman pelaksanaan UU NO 23 tercantum dalam pasal 27 disebutkan bahwa dalam penyelenggaraan pengadaan surat-surat kependudukan dibentuk kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Dijelaskan Samidi dengan aturan yang sedemikian jelas itu pihaknya merasa dalam pelayanan sudah sesuai aturan,apalagi juga ada surat edaran Gubernur kepada bupati dan Walikota se Jawa Timur yang menegaskan bila pembuatan KTP dilaksanakan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan hasil scanner tidak boleh ditempatkan di Kecamatan. Lebih lanjut Dispenduk Capil telah mengirim surat kepada DPRD Magetan dan sampai sekarang belum ada jawaban. Pihaknya juga siap dan bersedia menjelaskan kepada Dewan terkait pelaksanaan pembuatan KTP.(ks)

Family & Friends of Magetan News Team