Selasa, 23 Februari 2010

BONGKAR TOTAL PEMBANGUNAN EMBUNG JOKETRO

Magetan,MN
Proyek pembangunan embung (waduk kecil) Joketro sekaligus pengendali air musim kemarau, tepatnya di Desa Joketro Kecamatan Parang dibangun menelan biaya Rp. 1,8 milyar lebih. Tapi pada Januari 2010 sudah jebol diterjang air. Pasalnya selain bangunan tersebut baru saja rampung dikerjakan, curah hujan di wilayah tersebut saat ini.Proyek tersebut merupakan proyek dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo Kalau dilihat musimnya sesungguhnya juga belum memasuki masa puncak puncak hujan. Sehingga kecil kemungkinan kalau itu mengalami kerusakan akibat dihantam arus sungai yang ditimbulkan hujan lebat.
Kepala Dinas Pengairan Pemkab Magetan Ir. Haryanto mengatakan pembangunan embung harus melalui kajian yang matang, agar tidak menimbulkan polemik dikalangan warga disekitar lokasi embung. Sebab, sejauh ini sosialisasi dan aturan fungsi embung itu sendiri belum sepenuhnya diberitahukan kepada para warga,
Dijelaskan pembangunan kembali embung yang rusak ini harus melalui kajian dan uji Laboraturium.sehingga hasil nya nanti benar-benar sudah baik dan memenuhi standar yang sudah sesuai.
Sementara itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Magetan drs.Wahyudi SH yang berada di lokasi bersama kepala Dinas Pengairan dan Pimpinan proyek mengungkapkan setuju apa yang diungkapkan oleh kadin Pengairan.harus dilakukan uji lab sehingga hasil nya memuaskan.Dijelaskan kedatangan pihak kejaksaan Magetan ke Proyek tersebut untuk mengetahui dan mengumpulkan barang bukti dan keterangan (Pulbaket) terkait pembangunan embung.Bila nanti ternyata ada dugaan pelanggaran dalam pelaksanaannya kejaksaan akan menindak sesuai aturan.
Taryono Pimpinan pembangunan Proyek Embung Joketro mengatakan pembongkaran kembali embung merupakan murni tanggung jawab PT Moderna tehnik.Tetapi Taryono membantah bila pengerjan yang dulu rusak karena tidak sesuai RAB. Rusaknya embung karena curah hujan yang tinggi dan arus yang deras sehingga bangunan yang baru tersebut tidak kuat menahan air.(Rud)

Senin, 22 Februari 2010

TERBENTUK BPC APAKSINDO MAGETAN

Magetan, MN
Kemarin Kamis (18/02) terbentuk Badan Pengurus Cabang Apaksindo Kabupaten Magetan. Launching dilaksanakan di Hotel Sedap Malam Sarangan. Acara dihadiri segenap pengurus BPC Apaksindo Magetan, DPD Apaksindo Jawa Timur, Bupati Magetan serta undangan lainnya.
Dalam deklarasi kemarin terbentuk susunan Apaksindo Magetan dengan ketua Ahmad Fauzi, sekretaris H. Marsam,dan bendahara Budi Purnomo.
Ketua Apaksindo Kabupaten Magetan Ahmad fauzi mengatakan agar seluruh anggota Apaksindo bisa solid dan tetap berada pada jalur yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Terbentuknya Apaksindo di Magetan, hendaknya mampu menciptakan suasana kooperatif kepada semua pihak dengan pemerintah daerah dan asosiasi lain. Sehingga, dalam menjalankan perannya di dunia jasa konstruksi, dapat berjalan dengan baik.” ujar Ahmad Fauzi
Ketua DPD Apksindo Jawa Timur Ir. Darwin mengatakan Apaksindo dibentuk dengan tujuan membantu dan mewarnai khasanah yang ada di dalam negeri, tujuan lainnya adalah dapat mendukung program pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Daerah.
Bupati Magetan Drs.Sumantri,MM yang hadir dalam Deklarasi BPC Apaksindo mengungkapkan, adanya Apksindo di Magetan diharapkan lebih berperan dalam jasa kontruksi pembangunan di Magetan.Dijelaskan Apaksindo agar bisa membantu kesejahteraan masyarakat dan lebih mendorong motivasi, visi dan misi strategi program kerja secara cepat dan akurat.
Sumantri juga berpesan jika ingin organisasi ini berkembang, sebagai pengurus harus dapat melengkapi empat kunci sukses diantaranya, waktu yang cukup untuk mengurus organisasi, berpengetahuan, berpengalaman dan mempunyai kemampuan dalam berorganisasi,berjiwa yang benar,dan terakhir ikhlas dalam berorganisasi.
Setelah terbentuknya BPC Apaksindo di Magetan kini ada beberapa asosiasi di Kabupaten Magetan diantaranya Gapensi, Gapeksindo, Gapeknas dan yang terakhir Apaksindo yang baru dideklarasikan.(rud)

Kamis, 18 Februari 2010

LEMAHNYA PENGAWASAN DINAS PENGAIRAN

Magetan, MN
Banyak laporan dari masyarakat terkait banyaknya proyek-proyek di pengairan yang kurang bagus dan rusak sebelum waktunya menandakan lemahnya dinas terkait dalam pengawasan proyek. Selain ada pengawasan dari dinas dan konsultan, harus ada pengawasan proyek dari masyarakat. Masyarakat sebagai kontrol sosial atas program pembangunan yang ada di Kabupaten Magetan. Apabila masyarakat terlibat tentunyaRata Penuh kehati-hatian dan pelaksanaan proyek bisa berjalan dengan baik.
Kepala dinas Pengairan Kabupaten Magetan Ir. Haryanto membenarkan kelemahan dalam pengawasan di Dinas yang dipimpinnya. Menurutnya bukan hanya kabupaten Magetan tetapi hampir merata di seluruh Indonesia. ”Tugas pengawasan mempunyai peranan penting karena proyek tersebut tidak digunakan dalam jangka waktu setahun atau dua tahun. Namun digunakan untuk puluhan tahun hingga seterusnya,” terang Haryanto
Minimnya tenaga pengawas karena kurangnya kaderisasi banyak jabatan di dinas pengairan dipegang bukan sebagai ahlinya. Selain itu Sumber Daya manusia yang kurang optimal, akhirnya faktor skill diabaikan dalam penempatan pegawai.
Haryanto mengakui sebenarnya ada diklat dan pelatihan tetapi masih minim.Untuk itu Dinas Pengairan lebih menekankan para stafnya untuk belajar di lapangan. Seperti enam UPTD Pengairan se Kabupaten Magetan semuanya belum berpengalaman tetapi dengan seringnya turun ke lapangan kini lambat laun sudah mulai dapat menguasai bidang pekerjaannya.
Di dinas Pengairan Magetan tenaga tehnis pada bidang P2DT (pompa sumur dalam) hanya satu orang yang benar-benar menguasai. Untuk menyiasati agar bisa berjalan Dinas Pengairan menggunakan tehnik gambling dalam penentuan lokasi . Kalau harus sesuai teori dan kelayakan membutuhkan waktu lama,disebabkan minimnya tenaga ahli.” Tetapi sekarang dinas Pengairan sudah dapat mengetahui letak-letak sumber mata air bawah tanah,”ujar Haryanto
Akibat lemahnya pengawasan banyak proyek pengairan dan BP DAS Solo bermasalah di Magetan.seperti proyek pembuatan Embung joketro yang sekarang mulai masuk kejaksaan Magetan karena pengerjaannya amburadul.dan pengerjaan saluran air daerah Bangli yang pengerjaannya belum diserahkan sudah ambrol semua.(rud)

Senin, 15 Februari 2010

ABDUL AZIS

BEKERJA SECARA TEAM WORK, BUKAN MENONJOLKAN INDIVIDU
Magetan, MN

Sosok berjiwa tenang dan agamis melekat pada jiwa Abdul Azis yang sekarang menjabat sebagai kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Magetan. Memulai karier birokrasi dari bawah mulai menjadi sekpri, staf, hingga kini menduduki salah satu Rata Penuhjabatan penting di Pemkab Magetan. Banyak orang membicarakan kiprahnya sehingga digadang-gadang sebagai kandidat kuat Sekretaris Daerah Magetan yang sedang kosong.
Menurut Abdul Azis jabatan Sekda adalah jabatan Managerial yang mengakomodir kegiatan-kegiatan pemerintah mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.
“Untuk itu diperlukan sosok yang betul-betul memahami sistem pemerintahan", ujar Abdul Aziz. Menurutnya dalam menjalankan tugas bukan penonjolan individu tetapi harus sebagai team work yang kuat sehingga masing-masing peran ada keterkaitan sebagai mata rantai. Jadi jika mata rantai ini terputus maka akan mengganggu roda pemerintahan.
Dalam kesehariannya Abdul Azis lebih menonjolkan pendekatan kekeluargaan kepada staf dan bawahannya.Tak jarang bila ada waktu senggang memasuki ruangan stafnya sambil menanyakan pekerjaannya dan juga kondisi kehidupan keluarga stafnya. ”Adanya pendekatan kekeluargaan akan bisa menghargai pimpinan baik dalam pekerjaan maupun secara pribadi”, ujarnya.
Dengan kemampuan kepemimpinan dan kredibilitasnya kini semakin menguat dukungan kepada dirinya untuk menjadi sekda Magetan. Menanggapi hal ini dengan enteng Azis menjawab, "Sekda merupakan jabatan managerial dalam Pemerintahan, di Magetan kita mengelola 12 ribu PNS bila kita kelola dengan baik dan profesional akan menjadi kekuatan besar serta memberikan hal baik kepada Bupati Magetan dalam memutuskan kebijakan".
Abdul Azis berterima kasih kepada masyarakat terhadap penilaian kinerjanya.”Aturan tetap saya ikuti, karena ada mekanisme dalam pemilihan sekda”, ujarnya merendah. Sebagai manusia biasa tentunya ada kelemahan dan kelebihannya. Kelemahan kita minimalisir dan kelebihan kita maksimalkan sehingga menjadi lebih baik. Abdul Azis mempunyai obsesi untuk membuat Magetan menjadi lebih baik dan berkembang sehingga memiliki daya saing yang tinggi dengan daerah lain.(Rud)

GILANG JAGAL MUTILASI SARANGAN DITUNTUT 20 TAHUN

Magetan, MN
Sidang kasus mutilasi dengan tertdakwa Gilang Maulana memasuki agenda tuntutan. Sebelumnya Gilang didakwa membunuh Ayu Wulandari, mahasiswi semester IV Stikes Jombang dengan cara di mutilasi.
Gilang Maulana dijerat pasal berlapis, yakni dakwaan primer pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau hukuman kurungan seumur hidup, atau minimal 20 tahun kurungan.
JPU Tri Margono mengatakan, atas perbuatannya itu selain didakwa dengan pasal pembunuhan berencana, terdakwa juga dikenakan pasal berlapis karena terdakwa juga melakukan pemotongan atau mutilasi terhadap tubuh korban sebanyak sembilan potongan tubuh.
"Dakwaan kedua adalah pasal 338 KUHP tentang pembunuhan serta dakwan alternatif ketiga pasal 181 tentang penyembunyian mayat dengan ancaman hukuman 18 bulan kurungan," ujar Tri Margono dalam pembacaan tuntutannya.
Setelah melalui pertimbangan dan terbukti secara sah Gilang melakukan pembunuhan terhadap ayu wulandari dengan mempertimbangkan pengakuan terdakwa dan para saksi serta fakta di persidangan akhirnya JPU menuntut Gilang dengan 20 tahun penjara. Usai sidang Gilang tidak mau bicara dan ketika ditanya terkait tuntutan terhadapnya hanya diam dan tertunduk.
Selama dalam pembacaan tuntutan keluarga korban yaitu Sukini (43) ibu korban yang ditemani suaminya, Gati (50) mengikuti sidang sambil terus menteskan air mata.
mendengar tuntutan jaksa keluarga korban sempat emosi. Kakak korban bernama Faris Reza Sundari mengejar dan langsung memukul kepalanya, beruntung petugas langsung mengamankan Gilang yang langsung dibawa lari dengan mobil Lapas.
Pihak keluarga tidak terima Gilang hanya dituntut 20 tahun penjara. "Saya minta dia dihukum mati saja, utang nyawa harus dibayar nyawa," jelas bapak korban .
Sidang akhirnya ditunda sampai Senin depan untuk mendengarkan pembelaan dari terdakwa.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gilang Maulana tega membunuh Ayu Wulandari (22) dengan cara mencekik di Hotel Pantes kawasan telaga Sarangan, 9 Juli 2009 lalu. Setelah itu tubuh mahasiswi semester 4 Stikes Jombang warga Dusun Ngrayung, Desa Kepuh Rejo, Kecamatan Kudu, Jombang ini dipotong menjadi 9 bagian. Gilang nekat membunuh karena keinginan untuk bercinta dengan korban ditolak karena sedang datang bulan.(Rud)

LAGI GIZI BURUK DI MAGETAN

Magetan,MN
seorang penderita gizi buruk Danang adi setyawan (2), warga desa kelurahan/kecamatan Maospati kondisinya cukup memprihatinkan, karena di usianya yang menginjak dua tahun, berat badan balita ini hanya enam setengah kilo berada jauh di bawah berat badan balita seusianya yang berkisar 10-12 kilogram. Anak bungsu dari pasangan Agus Miswanto dan Ari Dwi Nuryani sebelumnya pernah menjalani perawatan di RSU Dr Soedono Madiun pada tanggal 6 Januari lalu selama 10 hari. Tetapi kini hanya perawatan jalan satu minggu sekali saja karena terbentur biaya. Dari penuturan Ari Dwi Nuryani ibu penderita, sebelumnya hanya menderita panas dan sariawan, akhirnya diperiksakan ke puskesmas karena diduga hanya sakit panas biasa.
Lama kelamaan kondisi tubuh putranya semakin menurun hingga di bawa ke RSU Madiun. Disana danang dirawat selama 10 hari.
Setelah dibawa pulang Danang hanya menjalani perawatan jalan saja karena minimnya biaya. Orang tua danang hanyalah buruh las di daerahnya sedang ibunya hanya ibu rumah tangga.
Kedua orang tuan Danang berharap Pemkab Magetan tergerak untuk memberikan bantuan pengobatan sehingga anaknya bisa sembuh seperti sedia kala. ”kasihan Danang hanya bisa menangis,” ujar orang tua danang.
Faktor ekonomi keluarga yang menyebabkan anak menderita gizi buruk, karena penghasilan orang tuanya yang pas-pasan sebagai petani penggarap tidak cukup untuk membelikan susu dan makanan tambahan lainnya sebagai tambahan kebutuhan gizinya. "Kami tidak bisa membeli makanan tambahan atau susu bagi anak kami, karena penghasilan yang pas-pasan," katanya.(Rud)

Kamis, 11 Februari 2010

LUTUNG GEGERKAN WARGA PONCOL

Magetan, MN
Beberapa minggu terakhir warga Desa Alastuwo Kecamatan Poncol digegerkan kemunculan seekor Lutung (sebangsa kera) berkeliaran masuk ke Desa .Warga mengaku tidak tahu dari mana asal hewan tersebut. Dugaan hewan tersebut berasal dari hutan pinus pinggir desa yang keluar untuk mencari makan.Hewan sebesar kambing ini sering bertengger di pohon-pohon bahkan di atas atap rumah penduduk. Perilakunya mulai membuat cemas dan khawatir orang. Beberapa pohon buah seperti rambutan,pepaya milik masyarakat menjadi santapannya. Jagung, ketela di beberapa sawah dan pekarangan penduduk banyak yang rusak dimakan lutung misterius.
Maryanto warga Kelurahan Alastuwo mengatakan kemarin melihat Lutung memanjat atap rumah miliknya.Dia merasa khawatir karena anaknya langsung menjerit ketakuatan,maklum anaknya baru berusia 2 tahun.
Hadirnya lutung selain merusak beberapa tanaman buah dan membuat panik warga ternyata juga menjadi tontonan dan hiburan bagi anak-anak. Penuturan Rinov siswa kelas 2 SD desa setempat mengaku bila terdengar kemunculan lutung maka segera mengajak teman-temanya untuk melihat.
Lastri salah satu orang tua dari anak-anak tersebut mengaku cemas bila mengetahui anaknya berlarian melihat kemunculan Lutung . “Saya sudah melarangnya tetapi ya namanya anak belum tahu bahayanya,” ujar lastri.
Masyarakat Kelurahan Alastuwo mengaku bingung dengan kemunculan hewan misterius ini. Selain meresahkan lingkungan dan juga merusak sebagian tanaman, juga bingung bagaiman cara mengatasinya. Bila diburu dan dibunuh, Lutung binatang yang dilindungi tetapi bila dibiarkan akan terus merusak tanaman milik warga.”Kami mohon perhatian dan tindak lanjut dari dinas dan instansi terkait, ”ujar salah seorang warga.(Rud)

Family & Friends of Magetan News Team